Laskar FPI Teriak 'Hayya Alal Jihad' ke Polisi, PKB: Tak Patut dan Tak Etis

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 11:27 WIB
KH. Maman Imanulhaq Faqih adalah Pengasuh Ponpes Al-Mizan Lahir di Sumedang 8 Desember 1972. September-Oktober 2004 berkujung ke USA, sebagai peserta program Inter-religios Dialogue Ohio University. Sekarang suami dari Mbak Upik dengan anak; Fahma, Hablie, Ghaitsa, ini mengasuh Pesantren Al-Mizan, mengembangkan pengajian Dzikir Sholawat, Program OutBond (Pesantren Alam) serta Pesantren Budaya dengan Komunitas Gamelan Sholawat “Qi Buyut” sebagai maskotnya. Pada masa kerja 2014-2019 Maman bertugas di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan.
Foto: Muhammad Ridho/detikcom
Jakarta -

Polisi yang hendak mengantarkan surat panggilan kedua kepada Habib Rizieq Shihab sempat diteriaki 'hayya alal jihad' oleh laskar FPI. PKB menilai itu sebagai bentuk provokasi dan intimidasi yang tidak patut ditujukan kepada aparat penegak hukum.

"Tentu teriakan itu sangat tidak patut diteriakkan kepada polisi karena sesungguhnya polisi adalah alat negara untuk menegakkan hukum," kata Wakil Sekretaris Dewan Majelis Syuro DPP PKB Maman Imanulhaq kepada wartawan, Kamis (3/12/2020).

"Maka provokasi dan intimidasi seperti itu tentu menyalahi aturan dan tidak etis pada konteks penegakan hukum," sambungnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini kemudian meminta semua orang taat terhadap hukum. Sebab, negara Indonesia adalah negara hukum.

"Oleh sebab itu, saya memohon semua warga negara, siapa pun dia, itu harus taat pada hukum. Ini kan negara hukum. Jadi tidak perlu ada orang yang melakukan intervensi kepada urusan hukum," ujarnya.

Simak selengkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2