Usut Kasus Ekspor Benur, KPK Panggil Petinggi PT ACK dan PT DPP

Wilda Nufus - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 11:08 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Dirut PT ACK Amri dam Komisaris PT ACK Achmad Bachtiar sebagai saksi untuk perkara kasus suap ekspor benur yang menyeret mantan Menteri KKP Edhy Prabowo. Saksi yang dipanggil ini untuk tersangka Edhy Prabowo.

"Hari ini dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi di kantor KPK," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (3/12/2020).

Ali menyebut saksi yang dipanggil hari ini berjumlah lima orang. Selain petinggi PT ACK, KPK memanggil sejumlah petinggi PT DPP. Mereka adalah Direktur Keuangan PT DPP M Zainul Fatih, manajer PT DPP Ardi Wijaya, dan manajer Kapak PT DPP Agus Kurniawanto.

Dalam kasus ini, sudah ditetapkan 7 tersangka, yaitu:

Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT DPP.

Kasus bermula setelah Edhy Prabowo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budi Daya Lobster. Andreau Pribadi Misata (APM) selaku staf khusus menteri ditunjuk sebagai ketua pelaksana. Sedangkan Safri (SAF), yang juga staf khusus menteri, menjabat wakil ketua pelaksana.

"Salah satu tugas dari tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur," ujar Nawawi.

Selanjutnya
Halaman
1 2