Polri soal Deklarasi Benny Wenda: Bentuk Provokasi dan Propaganda

Tiara Aliya - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 21:51 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

United Liberation Movement for West Papua atau ULWMP pimpinan Benny Wenda yang mengumumkan pemerintahan sementara Papua Barat secara sepihak. Atas hal ini, Polri menyebutkan bahwa deklarasi Benny Wenda adalah bentuk provokasi dan propaganda.

"Benny Wenda itu sekarang di mana? di Inggris kan. Jadi yang menjadi pertanyaan apakah mungkin dia melakukan hal tersebut di Indonesia, ya nggak? Dia di luar negeri kan, makanya itu. Jadi yang perlu rekan-rekan ketahui ini adalah salah satu bentuk provokasi, bentuk propaganda dan rekan rekan-rekan bisa liat kan sampai hari ini di Papua situasi Kamtibmas aman kondusif."

Awi memastikan bahwa situasi pemerintahan di Papua tetap berjalan lancar dan kondusif. Ia pun meminta masyarakat Papua tidak terprovokasi oleh pernyataan dari Tokoh Pembebasan Papua Barat tersebut.

"Di Papua 1 Desember situasi pemerintahan berjalan dengan lancar, tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," sebutnya.

"Tentunya kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi dengan agenda saudara Benny Wenda tersebut. Karena, sampai saat ini Papua maupun Papua Barat masih sah di bawah NKRI. Dan hal ini sudah final, tidak ditawar-tawar lagi," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2