Cegah Corona, Kepala BNPB Minta Pengungsi Lewotolok Kategori Rentan Dipisah

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 15:06 WIB
Sejumlah pengungsi korban erupsi gunung berapi Ili Lewotolok sedang beraktivitas salah satu tenda pengungsian di halaman Kantor Perpustakaan Daerah Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata,  NTT, Senin (1/12/2020).  Berdasarkan laporan dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata jumlah warga yang sudah dievakuasi dari kawasan rawan bencana gunung Ili Lewotolok hingga Selasa (01/12) malam ini  mencapai 6.237 jiwa dari total warga terdampak 21.000 jiwa.ANTARA FOTO/Kornelis Kaha. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/hp.
Pengungsi Gunung Ili Lewotolok (Antara Foto/Kornelis Kaha)
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta Pemerintah Kabupaten Lembata memberi perhatian kepada pengungsi gunung api Ili Lewotolok yang masuk kelompok rentan. Dia mengingatkan juga soal bahaya virus Corona (COVID-19).

Doni meminta para pengungsi kelompok rentan dapat dipisahkan dari yang berusia muda. Sebab, selain menghadapi ancaman bencana alam, para pengungsi saat ini menghadapi bencana non-alam pandemi COVID-19.

"Saya imbau kepada Pemkab agar bisa memisahkan antara kelompok rentan dengan yang muda. Karena kita menghadapi bencana alam namun juga dalam situasi bencana non-alam," kata Doni dalam keterangan yang diterima, Rabu (2/12/2020).

Dia meminta kelompok rentan diperhatikan karena memiliki risiko yang lebih berat apabila terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Adapun kelompok rentan tersebut meliputi usia lanjut, penderita penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, disabilitas, balita, dan anak-anak.

Kepala BNPB Doni Monardo meninjau pengungsian korban erupsi Gunung Ili Lewotolok (dok BNPB)Kepala BNPB Doni Monardo meninjau pengungsian korban erupsi Gunung Ili Lewotolok. (dok BNPB)

Secara umum, Doni melihat Pemkab Lembata sudah memberikan layanan yang cukup baik kepada warga yang mengungsi dampak erupsi Gunung Ili Lewotolok. Dia meminta pengungsi kategori rentan diperhatikan karena, jika tidak segera ditangani dengan baik, dapat mengancam keselamatan jiwa masyarakat lainnya.

"Karena kelompok rentan ini sangat berisiko kalau terpapar itu bisa membahayakan keselamatan jiwa," kata Doni.

"Jadi tidak hanya mengurusi ancaman terhadap erupsi gunung api, tapi kita juga harus bisa melindungi warga negara dan masyarakat dari pandemi COVID-19," imbuhnya.

Selain Doni, ikut meninjau di antaranya anggota Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher; dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. Dilaporkan ada 7.968 orang yang sudah mengungsi di 7 titik pengungsian.

Doni juga menekankan agar Pemkab Lembata sebagai pemegang tongkat komando dapat bekerja lebih keras lagi bersama seluruh komponen demi keselamatan jiwa. Hal itu sebagaimana yang selalu menjadi arahan Presiden Joko Widodo bahwa keselamatan masyarakat menjadi hukum yang tertinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2