4 Jam Diperiksa Polisi soal HRS, Kepala BPBD Kota Bogor Dicecar 32 Pertanyaan

Taufieq Renaldi Arfiansyah - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 18:01 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Priyatnasyamsah (Taufiq/detikcom)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Priyatnasyamsah (Taufiq/detikcom)
Bogor -

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Priyatnasyamsah memenuhi panggilan kepolisian. Pemanggilan ini terkait dengan kasus tes swab Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Sebagai bagian dari Satgas COVID, ini diwawancara terkait dengan tugas-tugas pokok dan terkait antara tugas sehari-hari sebagai Kepala BPBD dan tugas di Satgas COVID sebagai kepala bidang relawan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Priyatnasyamsah di Polres Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/12/2020).

Priyatnasyamsah menjelaskan, ia dicecar penyidik dengan 32 pertanyaan. Adapun salah satu poin pertanyaan berkaitan dengan kedisiplinan rumah sakit umum.

"32 pertanyaan," imbuh Priyatnasyamsah.

"Sekitar tupoksi dari BPBD dan satgas saja seputar itu, yang arahnya ke laporan dari bidang penegakan dan kedisiplinan terkait rumah sakit umum," lanjutnya.

Pemeriksaan Priyatnasyamsah berlangsung sekitar 4 jam. "Tadi dari jam 10.30 dimulai, istirahat satu jam, ini 14.30 selesai," pungkas Priyatnasyamsah.

Seperti diketahui, Satgas COVID-19 Kota Bogor melaporkan Dirut RS UMMI Bogor Andi Tatat karena diduga menghalang-halangi mereka melakukan swab test kepada Habib Rizieq. Satgas COVID-19 Kota Bogor melaporkan Andi ke Polresta Bogor.

Polres Bogor juga telah memeriksa sejumlah pihak terkait laporan tersebut, termasuk dari pihak Satgas COVID-19 Kota Bogor dan RS UMMI. Bahkan polisi juga telah memeriksa pihak MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) selaku lembaga yang melakukan swab test kepada Habib Rizieq.

(isa/isa)