Brigjen Prasetijo Cerita Awal Mula Dikenalkan Anita Kolopaking

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 15:56 WIB
Brigjen Prasetijo Utomo jalani sidang dakwaan perkara suap dari Djoko Tjandra. Dalam sidang itu, Prasetijo didakwa terima suap Rp 2,1 miliar dari Djoko Tjandra.
Brigjen Prasetijo Utomo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Brigjen Prasetijo Utomo mengaku pernah dikenalkan oleh Anita Dewi Kolopaking dalam persidangan terdakwa Tommy Sumardi kasus red notice Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Prasetijo menyebut perkenalan itu pertama kali atas inisiatif Tommy Sumardi.

Prasetijo mengatakan sekitar akhir April 2020 saat sedang berada di ruang kerja, dia pernah didatangi Tommy Sumardi dan Anita Kolopaking. Saat itu, kata Prasetijo, Anita Kolopaking selaku pengacara Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi menjelaskan tentang upaya hukum Djoko Tjandra.

"Dia (Tommy Sumardi) bilang 'Pras, gue mau bawa pengacaranya Pak Djoko Tjandra', 'Ngapain ji bawa pengacara itu ke saya', katanya 'Udah biarin saja, dia mau jelasin ke lu'. Saya bilang, 'Jelasin apa? Mau ngapain ke saya', dia bilang, 'Pengacaranya sudah di luar itu nggak enak gue'," kata Prasetijo sambil menirukan percakapannya dengan Tommy Sumardi kala itu saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2020).

Prasetijo kemudian mengatakan akhirnya dia menerima Anita Kolopaking di ruang kerjanya. Sejatinya, Anita di sana ingin menjelaskan tentang upaya hukum Djoko Tjandra ke Prasetijo, tapi ditolak oleh Prasetijo.

"Pertama (beliau) kenalin diri dulu, duduk dulu, kan polisi pelayanan, ditanya, Ibu siapa? (Anita jawab) Saya mau jelasin soal masalah hukum Pak Djoko (Djoko Tjandra), saya tolak itu, 'Bu saya nggak mau, untuk apa, nggak ada hubungan sama saya kok'," tutur Prasetijo.

Karena presentasi itu tidak jadi, akhirnya, kata Prasetijo, pertemuan di sana hanya sebatas mengobrol. Lalu, Anita Kolopaking dan Prsetijo saling tukar nomor telepon dan membahas isu lain di luar Djoko Tjandra, yakni membahas eksekusi aset oleh Polrestabes Bandung.

"Dia senang kenalan sama saya. Saya Jenderal, lawyer pasti senang. Saya kasih (nomor telepon), habis itu ceritanya lain, malah terkait aset Polrestabes Bandung," ucap Prasetijo.

"Lebih banyak bicara yang lain?" tanya jaksa.

"Ya, saya tertarik yang itu," kata Prasetijo.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2