PA 212 Sebut Massa Akan Kawal Habib Rizieq, Istana: Tak Perlu Mengancam

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 15:48 WIB
Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

PA 212 mengancam akan menurunkan massa apabila Habib Rizieq Shihab memenuhi panggilan polisi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Pihak Istana mengimbau tidak perlu ada mobilisasi massa.

"Kita imbau bersama, tidak perlu menggunakan kekuatan, tidak perlu apa itu mengancam dan seterusnya. Karena negara juga punya kekuatan untuk menghadapi. Jadi tidak perlu itu. Karena negara juga tidak ingin menghadapi situasi seperti itu. Kita semua ingin bahwa negara ini baik-baik saja, negara ini aman, tenteram," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kepada wartawan di Kantor Staf Presiden, gedung Bina Graha, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2020).

Moeldoko menerangkan bahwa tidak ada yang kebal hukum di Indonesia dan semuanya sama di mata hukum. Moeldoko pun menegaskan tidak ada upaya kriminalisasi ulama.

"Saya mengimbau semuanya paham tentang itu. Dari awal saya sudah mengatakan tidak ada kriminalisasi ulama. Tidak ada. Yang dikriminalisasi adalah mereka-mereka yang memiliki kesalahan," ujar Moeldoko.

Moeldoko berpesan kepada massa pro-Habib Rizieq tidak perlu turun ke jalan jika Habib Rizieq diperiksa polisi. Moeldoko juga mengimbau masyarakat tidak mengembangkan stigma kriminalisasi ulama.

"Jadi saya imbau teman-teman saya, untuk tidak perlu turun sudah serahkan saja ke aparat kepolisian, penegak hukum untuk bisa menyelesaikan ini. Agar clear semuanya dan jangan mengembangkan stigma tentang apa itu kriminalisasi ulama, karena itu sebenarnya mobilisasi emosi untuk kepentingan tertentu, untuk kepentingan politik," sebutnya.

Tonton video 'Polri Tegaskan Akan Bubarkan Reuni 212':

[Gambas:Video 20detik]





Selanjutnya soal pernyataan PA 212...

Selanjutnya
Halaman
1 2