Upik Lawanga Terlibat Aksi Teror di Poso pada 2007: 27 Tewas-92 Terluka

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 13:38 WIB
densus 88 geledah rumah di bandung
Densus 88 Antiteror Polri saat melakukan penindakan terhadap tindakan terorisme (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Densus 88 Antiteror Polri menangkap buron kasus terorisme, yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga. Salah satu teroris paling dicari (most wanted) di Indonesia ini ditangkap di Lampung.

Upil Lawanga punya keterkaitan dengan sejumlah kasus terorisme. Dia begitu dicari karena punya keahlian merakit bom.

Dia disebut-sebut sebagai orang yang merakit bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton. Selain itu, Upik ada dalam DPO kasus bom Solo dan Cirebon. Dia juga disebut terlibat bom Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada medio 1990.

Upik Lawanga sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) bersama 28 orang lainnya. Sejumlah rekan Upik Lawanga (UL) sudah ditangkap.

"Karena banyaknya kasus teror yang terjadi di Sulawesi Tengah pada saat itu, Polri membentuk Satgas Gakkum di Poso, yang kemudian Satgas ini berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku kekerasan (bom/penembakan), di antaranya Hasanudin dan Basri, yang merupakan kawan UL pada periode 2006-2007," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2020).

"Dalam Operasi Satgas Gakkum tersebut, Polri telah menetapkan 29 DPO, termasuk UL alias Profesor (panggilan rekan Upik di Poso karena kemampuannya membuat bom)," lanjutnya.

Upik terlibat dalam kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Selama di Poso, lebih dari 110 orang menjadi korban jiwa dan luka akibat aksi teror kelompoknya.

"Tindak pidana terorisme yang dilakukan oleh UL selama berada di Poso telah mengakibatkan 27 orang saudara-saudara kita meninggal dunia dan 92 orang mengalami luka-luka," imbuhnya.

Dalam kelompok teroris ini, Upik ditugasi membuat dan menyiapkan kebutuhan alat untuk melakukan aksi teror.

Pada 2013, tim Densus 88 menemukan perbengkelan di daerah Cianjur dan Klaten yang dijadikan tempat pembuatan persenjataan dan bom. Saat itu Upik diamankan JI ke Lampung.

Upik memang dikenal kerap berpindah tempat. Upik meninggalkan Poso pada 2007 dan menetap di Lampung.

"Yang bersangkutan melarikan diri dari Poso pada 2007 melalui jalur Makassar, Surabaya, Solo hingga menetap di Lampung," kata Awi.

Upik ditangkap berkat serangkaian operasi Densus 88 Antiteror pada 23-25 November kemarin. Densus 88 tengah menyelidiki anggota JI yang telah menyembunyikan Upik.

Upik Lawanga diduga punya kaitan dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang sempat melakukan pembunuhan sadis di Sigi. Bagaimana kaitannya?

Selanjutnya
Halaman
1 2