Cerita Kapolda NTB Inisiatif Bangun Gedung Kaum Disabilitas

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 12:36 WIB
Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal
Foto: dok. Polda NTB
Jakarta -

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Nusa Tenggara Barat (PPDI NTB) Asim Barnas mengungkapkan perasaan rasa bahagianya saat melihat bangunan seluas 63 meter yang diresmikan sebagai kantor bagi pengurus PPDI NTB.

Dia dan rekan-rekannya yang selama ini menumpang tempat untuk menjalankan tugas-tugas organisasinya, yaitu memberdayakan dan memperjuangkan nasib kaum disabilitas di Bumi Gora, kini merasa 'gagah' memiliki kantor baru.

"Saya seperti mimpi bisa begini kenyataannya. Teman-teman luar biasa senangnya dan juga gedung ini dibangun langsung oleh Pak Kapolda. Kita tinggal terima pakai serta isinya. Otomatis teman-teman semua bahagia, senang, bangga dengan memiliki gedung sendiri," ujar Asim dalam keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020).

Dia menceritakan semula PPDI NTB berkantor di lahan seluas hanya 6 meter persegi. Pada satu ketika, Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal mendatangi dirinya dan rekan-rekannya dengan alasan silaturahmi.

"Sekarang (luas kantor) 7 x 9. Ya ada ruang untuk meeting, bersih lagi. Saya tidak begitu mengerti hatinya Pak Kapolda. Mengapa beliau tertarik dengan kami atau bagaimana. Asal muasalnya Bapak Kapolda datang ke tempat kita, DPD (Dewan Pengurus Daerah) kita minjam gedung Dinas Sosial. Singkat cerita kita tak memiliki gedung," ungkap Asim.

Kantor seadanya kala itu, kata Asim ikut menjadi korban akibat kuatnya gempa bumi di NTB. Pengurus PPDI khususnya kaum disabilitas pun agak kesulitan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya

"Karena waktu gempa kemarin roboh, jadi beliau entah bagaimana, kita tak tahu isi hati beliau. Yang jelas beliau memberi dan kita tidak pernah meminta untuk dibangun. Tiba tiba beliau datang bawa utusannya dari kepolisan, diminta foto foto runtuhannya masih ada. Akhirnya perintahkan siapa gitu untuk bangun gedung. Jadi kita tidak pernah minta sebenarnya," terang Asim.

Asim mengaku awalnya ragu akan niat Irjen Mohammad Iqbal. Ia menilai urusan kaum disabilitas bukanlah tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan dinas sosial.

"Sebelumnya kita tidak tahu sebenarnya. Sebagai aparat penegak hukum, beliau ramah tapi saya beranggapan ini kan bukan tugas polis. Jadi ya nggak percaya aja tadinya, ya sudah deh," ucap Asim.

Asim kemudian menerangkan awalnya dia dan kawan-kawannya memang kagum dengan sosok Irjen Mohammad Iqbal lantaran tak canggung berinteraksi dengan kaum disabilitas. Bagi PPDI NTB, bertemu pejabat tinggi sekelas provinsi merupakan suatu hal yang sulit apalagi bisa berbagi cerita dan bertukar pikiran.

"Kan kita disabilitas itu, mohon maaf, kita marginal, kita mohon maaf. Jangankan dipeluk, dihampiri saja susah," imbuh pria 52 tahun asal Lombok Barat ini.

Dia berharap kaum disabilitas di provinsi lainnya juga mendapatkan perlakuan yang sama seperti yang dia dan kawan-kawannya rasakan saat ini. Menurut Asim, baru PPDI NTB yang memiliki gedung pengurus lengkap dengan peralatan kerja.

"Mendapat perlakuan yang sama kantor sendiri. Soalnya baru NTB yang punya gedung sendiri lengkap dengan peralatannya," pungkasnya.

Diketahui, Kantor PPDI NTB terletak Dusun Perempung, Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Gedung PPDI NTB diresmikan langsung oleh Irjen Mohammad Iqbal dan disaksikan Kepala Dinas Sosial NTB serta Komisaris Relawan Gempa pada hari ini.

Irjen Mohammad Iqbal mengatakan kehadiran polisi sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat.

"Terlebih lagi Polri Harus mengoptimalkan pelayanan dan pengayoman kepada saudara kita yang tergabung dalam Penyandang Disabilitas Indonesia. Insyaallah dengan niat yang tulus, PPDI akan menempati kantor DPD ini dan saya berharap agar ke depan dapat membawa berkah bagi saudara kita penyandang disabilitas di Provinsi NTB," kata Iqbal.

(prf/ega)