Round-Up

Cerita Mencekam Anak Saksikan Ayah-Suami Dibantai Kelompok Ali Kalora

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 07:55 WIB
Selain membunuh satu keluarga di Sigi, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora juga melakukan pembakaran rumah. Begini kondisi rumah yang dibakar kelompok MIT.
Foto: Serangan kelompok Ali Kalora terhadap permukiman warga di Sigi (ANTARA FOTO/Humas Polres Sigi).

Bunga yang sadar keberadaannya bersama saudara dan anaknya di tempat persembunyian diketahui kelompok Ali Kalora langsung melarikan diri keluar rumah. Namun, ibunya yang ternyata bersembunyi di tempat lain saat pembantaian terjadi langsung keluar persembunyian dan menuju ke kelompok Ali Kalora saat melihat suaminya dibantai.

"Kami lari dengan anakku, mamaku itu sempat saya lihat, pas mamaku pergi (ke tempat ayah dibantai), saya mau tarik (supaya tidak pergi), tapi tidak bisa, saya melihat mereka sudah menarik mama saya. Akhirnya saya sama adik saya sama anak saya langsung lari, di mana jalan terserah kita saja," kenangnya.

Bunga bersama saudaranya yang sudah dewasa dengan panik langsung menggendong anak dan adiknya yang masih kecil. Dengan memikul anak kecil dan tanpa menggunakan sandal, mereka lari menerobos semak belukar dan hutan agar tidak terlihat kelompok Ali Kalora.

"Digendong lari ke hutan (anak-anak yang masih kecil), bukan digendong sarung, cuma dipikul begini," kata Bunga sembari mencontohkan dia dan saudaranya saat itu yang menggendong anak kecil.

"Saya punya adik yang terakhir itu masih anak kecil belum sampai umur 1 tahun, dibawa lari ke hutan sampai kami di jembatan hitam, selamat sudah," paparnya.

Dalam pelariannya menuju hutan, Bunga sempat bertemu sejumlah warga yang hendak berangkat berkebun ke arah rumahnya. Dia lalu meminta warga tersebut untuk ikut melarikan diri bersamanya karena teroris sudah membantai ayah dan suaminya.

Awalnya para petani itu tidak percaya, tapi dengan tergesa-gesa Bunga meyakinkan mereka jika ayah dan suaminya telah menjadi korban pembunuhan sadis teroris. Sejumlah petani itu kemudian percaya dan ikut melarikan diri ke hutan bersama Bunga.

Di tengah hutan, Bunga dan sejumlah warga sempat menemui jalan buntu, simak selengkapnya di halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4