Tekan Kasus COVID-19, Pimpinan MPR Ingatkan Konsisten Disiplin Prokes

Inkana Putri - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 23:50 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan museum memiliki kemampuan untuk membangkitkan kembali idealisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini mengingat adanya peningkatan kasus harian positif COVID-19 pada Minggu (29/11), yakni sebanyak 6.267 kasus baru. Oleh karena itu, ia berharap adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyebaran virus Corona.

"Jangan pernah beranggapan bahwa vaksinasi massal semakin dekat sehingga kita boleh longgar dalam disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Penambahan kasus baru COVID-19 itu merupakan peringatan keras bagi kita semua," ujarnya dalam keterangannya, Senin (30/11/2020).

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 pada Jumat (27/11), tercatat adanya rekor penambahan positif COVID-19 dengan 5.828 kasus. Sementara itu pada Sabtu (28/11) terjadi penambahan 5.418 kasus dan pada Minggu (29/11) rekor penambahan positif COVID-19 pun pecah lagi dengan 6.267 kasus.

Menurutnya, adanya peningkatan ini membuat masyarakat sadar untuk menjalani vaksinasi dalam keadaan sehat daripada dalam keadaan suspek. Wanita yang akrab disapa Rerie ini pun mengaku prihatin dengan adanya penambahan kasus positif COVID-19. Padahal, Pemerintah tengah berupaya intens dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Rerie menegaskan menghadapi kondisi saat ini perlu kesadaran bersama, baik masyarakat dan pemerintah. Seluruh pihak perlu menghindari kerumunan karena sangat berpotensi terjadi penularan.

"Para elite politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan," katanya.

Menurut Rerie, tidak ada pilihan lain untuk menghadapi ancaman penyebaran virus Corona selain meningkatkan disiplin mematuhi protokol kesehatan. Ia mengatakan momen liburan akhir tahun harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan banyak kerumunan yang menciptakan klaster baru COVID-19.

Rerie menambahkan rencana pemerintah untuk memangkas masa liburan akhir tahun merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya kerumunan.

"Sebaiknya masa liburan akhir tahun digunakan untuk menyiapkan diri memasuki masa vaksinasi dengan kondisi tubuh yang lebih sehat," pungkasnya.

(mul/ega)