Upik Lawanga Terlibat Teroris di Poso, Sempat Masuk 29 DPO oleh Polri

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 19:57 WIB
Karopenmas Divis Humas Polri Brigjen Awi Setiyono
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono (Divhumas Polri)
Jakarta -

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap Taufik Bulaga alias Upik Lawanga (UL) DPO kasus terorisme. Selain Upik, Densus 88 menetapkan 28 orang lainnya sebagai orang dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

"Karena banyaknya kasus teror yang terjadi di Sulawesi Tengah pada saat itu, Polri membentuk Satgas Gakkum di Poso yang kemudian Satgas ini berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku kekerasan (bom/penembakan) diantaranya Hasanudin dan Basri yang merupakan Kawan dari UL pada periode 2006-2007," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2020).

"Dalam Operasi Satgas Gakkum tersebut, Polri telah menetapkan 29 DPO termasuk UL alias Profesor (panggilan dari ikhwan-ikhwan Poso karena kemampuannya dalam membuat bom high explosive)," lanjutnya.

Awi menuturkan kelompok yang menyebut dirinya sebagai Jamaah Islamiyah (JI) menugasi Upik membuat dan menyiapkan kebutuhan alat untuk melakukan aksi teror. Dikatakan Awi, pada 2013, tim Densus 88 menemukan perbengkelan di daerah Cianjur dan Klaten yang merupakan tempat pembuatan persenjataan dan bom, sementara Upik diamankan JI ke Lampung.

"Kemudian pada tahun 2007, ketika UL telah berstatus DPO, JI menugaskan UL untuk mempersiapkan dan membuat persenjataan dan bom, serta membuat Bunker sebagai tempat penyimpanannya. Untuk mendukung tugas UL, JI mempersiapkan sarana prasarana berupa perbengkelan, mesin bubut dan peralatan-peralatan lainnya yang kami temukan di Cianjur dan di Klaten pada tahun 2013. Selama persiapan sarana dan prasarana UL diamankan oleh JI ke Lampung," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3