PKS Minta Libur Akhir Tahun Dipotong 50% demi Cegah Corona

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 17:23 WIB
kalender tahun kabisat. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto ilustrasi kalender terkait libur akhir tahun 2020. (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera atau PKS meminta libur akhir tahun 2020 dipotong. Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf menyarankan libur akhir tahun dipangkas 50%.

"Potong saja 50 persen," kata Bukhori kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

"Kalau kemudian liburnya itu kan sampai 9 hari ya jangan sampai 9 hari semualah (liburnya). Empat atau 5 harilah maksimal," sebutnya.

Pemangkasan jumlah hari libur akhir tahun itu guna membatasi pergerakan warga sehingga tidak timbul kerumunan. Namun, ekonomi masyarakat disebutnya tetap terbantu berkat hari libur meski terbatas.

"Pemerintah perlu mempertimbangkan jumlah atau lamanya libur akhir tahun ini agar tidak memperluas terhadap penyebaran Corona," jelas Bukhori.

Meski begitu, Bukhori mewanti-wanti pemerintah dan warga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat libur akhir tahun. Selain itu, pemerintah perlu menerjunkan petugas yang masif agar pengawasan protokol kesehatan lebih efektif.

"Apakah pemerintah mampu meletakkan jumlah orang yang mengontrol yang secara begitu masif dan seterusnya, kalau kemudian tidak mampu, maka perlu dipertimbangkan liburan akhir tahun ini," imbuh Bukhori.

Sebelumnya, libur panjang kerap berujung pada bertambahnya klaster baru virus Corona (COVID-19). Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan perlu ada pembahasan khusus mengenai libur panjang akhir tahun 2020.

"Secara khusus akan kita bicarakan mengenai libur panjang yang nanti akan ada di bulan Desember," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11).

Presiden Jokowi memberikan arahan khusus terkait libur panjang akhir tahun 2020. Jokowi meminta ada pengurangan hari libur pada akhir tahun ini.

"Yang berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11).

Selanjutnya
Halaman
1 2