Libur Akhir Tahun, PAN Minta Pemerintah Hadir di Tempat Wisata

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 15:47 WIB
Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto (Rahel Narda/detikcom)
Foto: Yandri Susanto (Rahel Narda/detikcom).
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih mewabah di Tanah Air menjelang akhir tahun 2020. Waketum PAN Yandri Susanto meminta pemerintah membuat rencana kerja yang terukur guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di libur akhir tahun 2020.

"Jadi mulai dari sekarang pemerintah itu sudah membuat imbauan atau rencana kerja yang terukur, gampang dipahami dan bisa ditaati oleh masyarakat yang mau berliburan, mau berpergian atau membuat acara tahun baru atau liburan panjang ini di mana tetap menaati protokol kesehatan," kata Yandri saat dihubungi, Senin (30/11/2020).

Yandri meminta agar pemerintah hadir di lokasi tempat wisata guna memastikan penerapan protokol kesehatan saat libur akhir tahun. Bahkan, ia mengimbau pemerintah menyediakan masker bagi masyarakat yang tidak membawa masker.

"Contoh dipastikan di pusat wisata keramaian itu protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan cara apa? Ya pemerintah ikut hadir. Misalkan kalau ada pengukuran suhu, benar dilaksanakan pengukuran suhu. Disiapkan cadangan masker. Kalau yang nggak ada masker, ya dikasi masker. Kalau ada yang berkerumun tidak physical distancing langsung dikasih saran dengan ajakan yang baik," ucap Yandri.

Lebih lanjut, Ketua Komisi VIII DPR RI ini meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi khusus guna mencegah terjadinya kerumunan di libur akhir tahun. Menurutnya, pemerintah juga perlu memberikan imbauan kepada tempat wisata untuk menyiapkan penerapan protokol kesehatan COVID-19.

"Saya kira sekarang, sebaiknya pemda atau pempus ada rapat koordinasi atau imbauan khusus atau surat edaran kepada pusat-pusat tempat wisata itu. Nah di situlah kalau mau menegakkan hukum. Tidak pandang bulu dan tebang pilih," ujarnya.

"Sebelum kerumunan terjadi, diantisipasi dengan koordinasi yang bagus terus menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk prokes," sambungnya.

Diketahui, libur panjang kerap berujung pada bertambahnya klaster baru virus Corona (COVID-19). Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan perlu ada pembahasan khusus mengenai libur panjang akhir tahun 2020.

"Secara khusus akan kita bicarakan mengenai libur panjang yang nanti akan ada di bulan Desember," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11).

Selanjutnya
Halaman
1 2