KPU Makassar Bantah Keluarkan Flyer Hasil Survei Paslon Pilwalkot Berlogo KPU

Tim detikcom - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 11:19 WIB
Selebaran (flyer) digital atas survei empat Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar. KPU Makassar menyatakan flyer tersebut hoax (ANTARA/HO)
Foto: Selebaran (flyer) digital atas survei empat Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar. KPU Makassar menyatakan flyer tersebut hoax (ANTARA/HO)
Jakarta -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mengklarifikasi atas beredarnya hasil survei empat pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dengan menggunakan logo KPU. Survei tersebut dinyatakan palsu alias hoax.

"KPU Kota Makassar tidak pernah mengeluarkan flyer seperti ini. Ini bukan dari KPU Makassar," ujar Komisioner KPU Makassar Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Endang Sari seperti dilansir Antara, Senin (30/11/2020).

KPU Makassar menyatakan tak pernah membuat dan mengeluarkan hasil survei, terlebih dengan menggunakan logo KPU. Dia mengatakan KPU Makassar tidak pernah mengeluarkan hasil survei paslon Pilwalkot Makassar setelah debat publik pertama maupun kedua.

Endang menegaskan, KPU Makassar bukanlah lembaga survei dan tidak pernah melakukan survei elektabilitas.

Dia mengatakan selebaran digital atau flyer yang beredar dengan mencantumkan logo serta tulisan KPU Makassar dilakukan oleh pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan.

Dalam selebaran yang tersebar, tercantum bahwa survei tersebut murni dari masyarakat Kota Makassar. Dalam selebaran itu juga, tertulis hasil survei mencakup 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar dengan 153 kelurahan.

Endang menegaskan selebaran itu bukan berasal dari KPU Makassar meskipun ada logo KPU di dalamnya. Sebab penempatan posisi logonya tidak seperti standar yang ditetapkan.

"Itu murni hoax karena kami punya aturan dan standar penempatan logo. Tidak seperti yang ada di flyer itu," katanya.

Dia mengatakan setiap kegiatan yang dilaksanakan KPU Makassar di tengah pandemi COVID-19 ini banyak memanfaatkan media sosial baik Instagram, Facebook, maupun YouTube.

"Flyer yang keluar dari KPU Makassar juga satu pintu, di-posting dulu di medsos KPU Makassar baru dibagikan untuk umum," ucapnya.

(jbr/nvl)