GP Ansor Minta Banser Jaga Kiai NU dari Corona: Jangan Kayak di Petamburan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 14:11 WIB
Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menemui Presiden Jokowi.
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas di posisi tengah memakai kacamata. (Andhika/detikcom)

Diketahui, FPI menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 14 November 2020 di Petamburan, Jakarta Pusat. Dalam acara ini, imam besar FPI Habib Rizieq Syihab juga menikahkan putrinya.

Acara ini diketahui menimbulkan kerumunan. Kasus kerumunan di acara Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta Pusat, memasuki babak baru. Polda Metro Jaya kini meningkatkan status kasus ke tingkat penyidikan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkap adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Fadil Imran juga mengungkap pihaknya akan meminta keterangan semua pihak yang dianggap perlu.

Sementara itu, FPI menilai upaya tersebut sebagai diskriminasi hukum terhadap Habib Rizieq. Menurut FPI, peristiwa kerumunan massa yang abai terhadap protokol kesehatan juga banyak terjadi di wilayah Indonesia. Namun, bedanya, kerumunan massa di sejumlah daerah itu tidak diproses hukum.

"Kalau itu terjadi, diskriminasi hukum dan kriminalisasi ulama dan habaib nyata jelas terang benderang," kata Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar saat dihubungi, Jumat (27/11).

Halaman

(zap/gbr)