Suap Walkot Cimahi Disamarkan Pembuatan Kuitansi Fiktif Pembayaran Proyek RS

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 13:55 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri memberi keterangan pers terkait OTT Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna. Ajay ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pembangunan rumah sakit.
Ketua KPK Firli Bahuri memberi keterangan pers terkait OTT Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AJM) sebagai tersangka penerima hadiah atau janji terkait pengurusan perizinan RSU Kasih Bunda di Kota Cimahi. Bagaimana duduk perkaranya?

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan kasus ini bermula sejak 2019 saat Rumah Sakit Umum Kasih Bunda hendak membangun penambahan gedung. RSU Kasih Bunda lalu mengajukan permohonan revisi izin mendirikan bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi.

"Untuk mengurus perizinan pembangunan tersebut, HY (Hutama Yonathan) selaku pemilik RSU KB bertemu dengan AJM selaku Wali Kota Cimahi di salah satu restoran di Bandung," kata Firli dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Pada pertemuan tersebut, Ajay diduga meminta sejumlah uang. Diduga permintaan tersebut untuk memuluskan pembangunan gedung baru di RSU Kasih Bunda.

"Pada pertemuan tersebut AJM diduga meminta sejumlah uang Rp 3,2 miliar, yaitu sebesar 10% dari nilai RAB yang dikerjakan oleh subkontraktor pembangunan RSU KB senilai Rp 32 miliar," kata Firli.

Penyerahan uang disepakati akan diserahkan bertahap oleh staf keuangan RSU Kasih Bunda kepada orang kepercayaan Ajay, Yanti Rahmayanti (YR).

Upaya menutupi suap ini dilakukan dengan pembuatan kuitansi fiktif. Penyerahan uang sudah dilakukan sebanyak 5 kali dengan total uang penyerahan sebesar Rp 1,661 miliar.

Selanjutnya
Halaman
1 2