Komisi III Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Pembunuh Sadis Sekeluarga di Sigi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 11:52 WIB
Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019). Agenda rapat membahas hasil seleksi capim KPK periode 2019-2023.
Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery (Lamhot Aritonang/detikcom)

Diberitakan sebelumnya, peristiwa satu keluarga di Kabupaten Sigi, Sulteng, dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK) beredar di media sosial. Pembunuhan itu juga disebut dibarengi pembakaran rumah dan gereja di sekitar lokasi kejadian.

Dari informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/11) sekitar pukul 10.00 Wita. Empat anggota keluarga itu ditemukan tewas mengenaskan di sekitar rumahnya.

Keterlibatan kelompok teroris MIT sebelumnya diungkap Kapolda Sulteng Irjen Abd. Rakhman Baso. Irjen Rakhman Baso mengatakan keterlibatan MIT didasari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Jadi dari hasil olah TKP serta keterangan saksi bahwa aksi sadis yang menyebabkan 4 orang warga Kecamatan Palolo tewas dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata MIT," kata Kapolda Sulteng Irjen Abd. Rakhman Baso kepada detikcom, Sabtu (28/11).

Dia mengatakan aparat gabungan TNI-Polri Satgas Tinombala tengah mengejar kelompok tersebut sesuai petunjuk dari hasil olah TKP. Korban dibunuh secara sadis, yakni ada yang dibakar hingga kepala ditebas.

"Pengejaran terhadap arah pelarian pelaku yang sesuai dengan hasil olah TKP sementara dilakukan. Upaya untuk mempersempit area pelarian yang mengarah ke hutan di Palolo, terus dilakukan hingga saat ini," tutur Irjen Rakhman Baso.

Kabar soal peristiwa pembunuhan sadis ini telah beredar di media sosial Facebook. Namun, dia menegaskan tidak ada gereja yang dibakar dalam peristiwa itu.

"Iya benar ada laporan kejadian beredar di Facebook. Cuma perlu diluruskan bahwa di antara yang dibakar tidak ada gereja," kata Irjen Rakhman Baso, Sabtu (28/11).

Menurut Rakman Baso, yang menjadi objek pembakaran oleh sekelompok orang tak dikenal hanyalah rumah yang biasa dijadikan tempat pelayanan umat. Dia kembali menegaskan bahwa yang dibakar bukan bangunan gereja.

Halaman

(hel/jbr)