Terperosok ke Sungai Saat Cari Kayu, Bocah di Dompu Ditemukan Tewas

Faruk Nickyrawi - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 00:18 WIB
Teperosok ke Sungai Saat Cari Kayu, Bocah di Dompu Ditemukan Tewas
Foto: Seorang bocah tewas terperosok ke sungai di Dompu (Dok Istimewa)
Dompu -

Ahmad Zulaimi, bocah berumur 10 tahun di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), terperosok ke sungai saat mencari kayu untuk dijadikan tanaman bonsai. Ahmad ditemukan dalam kondisi tewas.

Awalnya, Ahmad bersama dua orang temannya niat mencari kayu serut untuk dijadikan tanaman bonsai di hutan yang tak jauh dari desa mereka tinggal, yakni di Desa Pekat, Kecamatan Pekat Jumat (27/11/2020).

"Peristiwa naas itu terjadi, berawal ketika korban bersama dua temannya berangkat menuju areal hutan di belakang perkampungan setempat bertujuan mencari jenis kayu serut untuk dijadikan tanaman kerdil (bonsai)," kata Kapolsek Pekat, Ipda M Sofiyan Hidayat dalam keterangannya.

Menurut keterangan kedua rekan Ahmad, sesampainya di tempat yang dituju, ketiganya berjalan mencari kayu serut, korban yang berjalan paling belakang tiba-tiba mendahului dua rekannya. Ahmad berjalan lebih cepat karena melihat kayu serut dari jauh dan hendak menuju ke tempat tersebut.

Setelah agak jauh meninggalkan kedua rekannya, tiba-tiba terdengar teriakan Ahmad karena terperosok ke dalam sungai dan disusul suara dentuman air akibat tubuh korban yang jatuh ke dalam sungai.

"Mengetahui hal itu, kedua rekannya turun menuju sungai dan berusaha menolong korban, sesampainya di sungai keduanya berusaha menarik kaki korban yang sudah tenggelam, berkali-kali dicoba namun tetap gagal, akhirnya mereka memutuskan untuk meminta pertolongan masyarakat dan kembali ke perkampungan," ujar Sofiyan.

Mengetahui laporan itu, Kapolsek Pekat bersama anggotanya dan warga menuju ke lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, anggota Polsek Pekat dan masyarakat terjun ke sungai dan mengevakuasi mayat Ahmad dengan kondisi ada luka.

"Masyarakat agar menjadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi para orangtua untuk lebih memperhatikan dan mengontrol aktivitas anak-anaknya agar tidak terjadi hal hal yang berisiko seperti ini," imbuh Sofiyan.

(rfs/rfs)