KPK Eksekusi Eks Asisten Pribadi Imam Nahrawi ke Lapas Sukamiskin

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 21:11 WIB
Miftahul Ulum
Mantan asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. (Ibnu/detikcom)
Jakarta -

KPK mengeksekusi mantan asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Ulum akan menjalani pidana penjara selama 6 tahun.

"Kamis (26/11/2020), Jaksa Eksekusi KPK Rusdi Amin telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 28/PID.SUS-TPK/2020/PT DKI tanggal 25 September 2020 atas nama Terpidana Miftahul Ulum dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (27/11/2020).

Ali menyebut Ulum dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut bersama dengan Imam Nahrawi. Ulum terbukti menerima suap dan gratifikasi dana hibah KONI.

"Selain itu, juga dipidana untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," ujar Ali.

Seperti diketahui, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta memperberat hukuman Miftahul Ulum dari 4 tahun penjara menjadi 6 tahun penjara. Miftah adalah asisten pribadi (aspri) Imam Nahrawi kala menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

"Menyatakan bahwa Terdakwa Miftahul Ulum telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap Terdakwa Miftahul Ulum dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan pidana denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan," demikian bunyi putusan banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (21/10).

Duduk sebagai ketua majelis Achmad Yusak. Hakim menyatakan Miftah terbukti menerima uang sebesar Rp 11,5 miliar bersama Imam Nahrawi. Uang ini diberikan untuk mempercepat proses pengurusan dana hibah KONI.

(fas/aud)