Edhy Prabowo Sudah Kirim Surat Pengunduran Diri ke Presiden Jokowi

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 15:43 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur.
Edhy Prabowo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Edhy Prabowo resmi mengundurkan diri dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan. Surat pengunduran itu sudah ditandatangani Edhy Prabowo dan dikirim ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Surat pengunduran diri sudah ditandatangani Pak Edhy kemarin. Surat itu ditujukan ke Bapak Presiden," kata Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar dalam keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini tinggal menunggu keputusan resmi Presiden Jokowi atas surat pengunduran diri tersebut. Saat ini, KKP dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim.

Antam menegaskan, pelayanan KKP terhadap masyarakat kelautan dan perikanan tetap berjalan seperti biasa. Pegawai di Pusat maupun Unit Pelayanan Teknis (UPT) Daerah tetap bekerja, tetap beroperasi seperti biasa.

"Yang pasti layanan ke masyarakat tetap berjalan, tidak boleh kendor," tutur Antam.

KPK telah menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan ekspor benur atau benih lobster. KPK langsung menahan Edhy Prabowo.

"Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/11).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 7 orang sebagai tersangka. Namun baru lima tersangka yang ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih. Kelimanya ialah Edhy Prabowo, Safri, Siswadi, Ainul Faqih, dan Suharjito.

(eva/dnu)