Djoko Tjandra Bantah Minta Dibuatkan Surat Bebas COVID

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 13:37 WIB
Djoko Tjandra menjadi saksi silang dalam kasus surat jalan palsu
Djoko Tjandra menjadi saksi silang dalam kasus surat jalan palsu. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Djoko Tjandra diperiksa sebagai saksi silang dalam kasus surat jalan palsu. Dalam keterangannya, Djoko Tjandra mengaku tidak pernah meminta dibuatkan surat bebas COVID-19.

"Saya tidak pernah meminta buat dokumen COVID, karena saya memiliki surat tes di Malaysia. Jadi saya tidak pernah meminta," ujar Djoko Tjandra dalam persidangan di PN Jakarta Timur, Jumat (27/11/2020).

Djoko Tjandra membantah karena dia telah memiliki surat yang dibuatnya di Malaysia. Djoko Tjandra menyebut surat ini bisa berlaku secara internasional.

"Bahwa saya punya surat tes dari Malaysia dan berdasarkan info yang kami dapat, surat tes itu berlaku di internasional," kata Djoko Tjandra.

Djoko Tjandra sebelumnya menceritakan baru mengenal Anita Kolopaking setelah dikenalkan oleh Pinangki Sirna Malasari. Pada saat itu, Djoko menyebut Anita dikenalkan sebagai pengacara untuk kasus PK dan OJK.

"Saya kenal dengan Bu Anita tanggal 19 November 2019, beliau dikenalkan oleh Pinangki ke saya sebagai pengacara saya," kata Djoko.

Sedangkan terkait Prasetijo dan Johny Andrijanto, Djoko Tjandra mengaku baru mengenal saat Anita menjemput dirinya di Bandara Supadio, Pontianak. Djoko Tjandra menyebut Anita mengenalkan Prasetijo sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

"Waktu dikenalkan, Pak Pras itu Karo PPNS. Terus terang, saya saat itu tidak tahu apa itu Karo PPNS," sambungnya.

Kembali ke perihal surat jalan palsu, Djoko mengaku mengirimkan foto KTP kepada Anita. Namun ia membantah foto tersebut untuk kepentingan pembuatan surat bebas COVID-19.

"Yang saya ingat pengiriman yang foto KTP expired itu untuk memperlihatkan kepada lurah bahwa ini masa berlakunya habis, untuk dibuatkan e-KTP. Jadi tidak untuk kepentingan COVID," kata Djoko.

Djoko Tjandra mengetahui kalau Johny-lah yang mengurus dokumen-dokumen tersebut. Namun Djoko mengatakan tidak pernah berhubungan dengan Johny dan tidak mengetahui dokumen tersebut

"Saya tidak pernah lihat dokumennya apa saja. Pada saat itu Anita yang memberikan (dokumen-dokumen) ke saya," tuturnya.

(dwia/eva)