DPP Bantah Demo Tolak HRS Dibubarkan Ketua FPI Pekanbaru: Dia Korban

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 12:08 WIB
Sudah 10 Jam Diperiksa, Munarman Dicecar soal WA Tersangka Penganiayaan Ninoy
Bantuan Hukum Front DPP FPI, Azis Yanuar (dok detikcom)
Jakarta -

Ketua FPI Kota Pekanbaru Husni Thamrin dan anggotanya, Nur Fajril, ditetapkan sebagai tersangka pembubaran paksa demo menolak Habib Rizieq Syihab (HRS). Bantuan Hukum Front DPP FPI, Azis Yanuar, memberi pembelaan.

"Bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan video yang beredar viral kejadiannya adalah pada saat itu sore hari, kondisi unras (unjuk rasa) diduga sudah diminta bubar oleh kepolisian, jadi diduga tidak benar jika unras diminta bubar oleh FPI," kata Azis Yanuar dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020).

"Tidak benar jika unras diminta bubar oleh FPI, karena FPI tidak berwenang untuk membubarkan unras. Tapi malah Ketua FPI dituduh membubarkan unras sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU nomor 9/1998," sambungnya.

Azis mengatakan awalnya Ketua FPI Pekanbaru datang untuk bicara saat acara sudah selesai. Menurutnya, justru Ketua FPI Pekanbaru menjadi korban.

"Baru bicara sepatah-dua patah kata, mic direbut paksa oleh pihak yang melakukan unjuk rasa. Itu jelas merupakan perbuatan tidak menyenangkan dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 335 KUHP," kata dia.

Selain itu, menurutnya, ada anggota FPI yang ditarik paksa ke belakang kerumunan. Momen itu terjadi saat anggota FPI tersebut meminta massa untuk memberi kesempatan kepada Ketua FPI Pekanbaru bicara.

FPI menilai Ketua FPI Pekanbaru sebagai korban. Kenapa?

Selanjutnya
Halaman
1 2