Round-Up

Akhir Pelarian Stafsus Menteri KKP Tersangka KPK dengan Serahkan Diri

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 05:45 WIB
Andreau Pribadi Misanta dan Amiril Mukminin ikut terseret dalam kasus uap ekspor benur. Keduanya jadi tersangka dalam kasus yang juga menjerat Edhy Prabowo itu.
Andreau Pribadi Misanta dan Amiril Mukminin. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Bagai gayung bersambut, imbauan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster, Andreau Misanta Pribadi, menyerahkan diri dipatuhi. Staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo akhirnya menyerahkan diri ke KPK.

Awalnya KPK resmi menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus ini, salah satunya Andreau. Ketujuh orang tersangka itu yaitu:

1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP).

Keenam tersangka penerima disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KPK Imbau Andeau Misanta Pribadi Menyerahkan Diri

Dari 7 orang tersangka, ada 2 tersangka di kasus ini yang belum ditangkap dan diimbau untuk menyerahkan diri. Dua tersangka itu adalah Andreau Pribadi Misanta (APM), staf khusus Edhy Prabowo sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, serta Amiril Mukminin (AM).

"Dua orang tersangka belum dilakukan penahanan dan KPK mengimbau kepada kedua tersangka yaitu APM dan AM untuk segera menyerahkan diri ke KPK," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Selain Andreau Pribadi Misanta dan Amiril Mukminin, 5 tersangka lainnya dipamerkan saat jumpa pers. Mereka memakai rompi tahanan oranye.

Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Selasa (24/11) menjelang tengah malam di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saat itu Edhy Prabowo turun dari pesawat yang mengantarkannya dari Jepang. Sebelumnya Edhy Prabowo dan rombongannya melakukan kunjungan ke Hawaii, Amerika Serikat (AS) lalu pulang ke Indonesia dengan transit dulu di Jepang. Total ada 17 orang yang diamankan KPK termasuk istri Edhy Prabowo bernama Iis Rosyati Dewi.

Iis dilepas oleh KPK. Dia tidak ditetapkan menjadi tersangka.

Di Amerika Serikat sendiri, Edhy Prabowo disebut membelanjakan sejumlah barang mewah saat kunjungan kerja dengan menghabiskan uang Rp 750 juta. Uang yang dipakai Edhy Prabowo diduga hasil dari kasus ekspor benih lobster atau benur.

Nawawi mengatakan sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy Prabowo dan istri antara lain jam tangan Rolex, tas Tumi, tas Louis Vuitton, hingga baju Old Navy. Transaksi dilakukan pada tanggal 21 sampai 23 November 2020.

Simak video 'Usai Diperiksa KPK, Andreau Misanta-Amiril Mukminin Bungkam':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3