Pertamina Kenalkan Konservasi Yaki Hitam ke Jurnalis Sulawesi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 21:54 WIB
CSR Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan atau TJSL Pertamina tidak hanya terbatas pada bantuan kepedulian sosial kepada masyarakat. Melainkan juga sebagai wujud pelestarian alam melalui program konservasi keanekaragaman hayati (Kehati), seperti Konservasi Yaki di Sulawesi Utara, Rabu (25/11/2020).

Pertamina bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dan Yayasan Masarang melepasliarkan 13 ekor Yaki macaca nigra atau Monyet Hitam Sulawesi dari hasil sitaan masyarakat dan perdagangan satwa liar. Tentunya para Yaki sudah melalui proses rehabilitasi terlebih dahulu di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki.

Momen pelepasliaran Yaki ini merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina ke-63 sekaligus peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional yang jatuh pada 5 November 2020 silam.

Pertamina turut mengajak rombongan media Sulawesi Utara yang berjumlah 16 (enam belas) media untuk berkeliling dan mengenal lebih dalam konservasi di PSS Tasikoki, lebih khusus monyet Yaki yang dihadiri oleh VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita dan Sales Area Manager Sulawesi Utara & Gorontalo Pertamina, Fachrizal Imaduddin.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Masarang, Hasudungan Pakpahan menuturkan bahwa setiap satwa yang dikonservasi di PPS Tasikoki akan melewati beberapa fase. Di antaranya karantina untuk cek kesehatan, dilanjutkan dengan isolasi bersama dengan hewan sejenis, kemudian disiapkan kandang sosialisasi untuk mengobservasi pola perilaku mereka apabila dilepas di alam liar.

"Sebelum dilepasliarkan, kita tentunya mempertimbangkan banyak aspek seperti pola perilaku satwanya, letak geografis lokasi pelepasliarannya serta keamanannya bagi penduduk sekitar," terangnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan jika kerja sama antar para pihak selama ini terjalin cukup baik. Pertamina bersama dengan Yayasan Masarang pun memberikan edukasi kepada masyarakat lewat program Tasikoki Conservation Camp dan Pendidikan Konservasi serta sosialisasi ke sekolah dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melindungi satwa langka.

Sementara itu, Arya dalam kunjungannya meninjau program CSR ini mengatakan, program konservasi Yaki ini sudah bekerjasama dengan Yayasan Masarang sejak tahun 2017.

Yaki sendiri merupakan satwa endemik yang terancam punah akibat kerusakan hutan dan maraknya perburuan serta perdagangan satwa liar, baik untuk dikonsumsi maupun dipelihara.

"Demi melestarikan satwa Indonesia, bentuk dukungan yang diberikan Pertamina diantaranya untuk program konservasi Yaki ini seperti pembibitan pohon pakan alami yaki, dukungan medical check up untuk animal keeper untuk meminimalisir resiko zoonosis serta pembuatan kandang habituasi untuk Pelepasliaran Yaki di Gunung Ambang," imbuhnya.

Di samping Sulawesi Utara, Arya mengatakan saat ini terdapat 55 (lima puluh lima) program Konservasi Kehati di wilayah operasi Pertamina di seluruh Indonesia, yang meliputi program konservasi flora dan fauna.

"Diharapkan melalui program konservasi yang dilakukan Pertamina ini dapat membantu memulihkan populasi Yaki di alam yang terancam punah serta mengedukasi masyarakat untuk dapat sadar akan pentingnya menjaga kelestarian satwa di alam sehingga dapat memitigasi konflik antara manusia dan yaki yang membuat kelestarian mereka terancam. Karena apabila satwa ini lestari lingkungan pun turut lestari," tutupnya.

(ega/ega)