Apa Itu Benur? Penyebab Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Lusiana Mustinda - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 17:51 WIB
Benih Lobster dan Harga Lobster Mahal, Ini 5 Penyebabnya
Foto: Getty Images/iStockphoto/onepony
Jakarta -

Benur adalah benih udang. Dalam buku Panduan Budi Daya Udang Windu yang disusun Dra. S. Rachmatun Suyanto dan Ir. Enny Purbani Takarina, M.Si, benur merupakan singkatan dari kata benih dan urang yang merupakan bahasa Jawa dari udang.

Sementara 'Ensiklopedia Kelautan dan Perikanan' karya Yvonne Indrajati dkk, menyebutkan benur adalah udang yang umum digunakan untuk anak udang pasca larva.

Istilah benur digunakan untuk membedakan jenis benih dari binatang lainnya. Misalnya untuk menyebut benih ikan bandeng, istilah ini biasanya digunakan adalah 'nener'. Sementara untuk menyebut benih katak istilah yang sering digunakan adalah 'berudu'.

Akan tetapi dalam kasus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK terkait dugaan korupsi ekspor benur atau benih lobster bukan benih udang. Lobster memiliki nama ilmiah yaitu Panulirus spp.

Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 Tahun 2020 mengenai Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan istilah yang digunakan bukan benur, melainkan benih bening lobster (Puerulus).

Dalam poin nomor 7 Pasal 1 Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 yang berbunyi, "Benih Bening Lobster (Puerulus) adalah lobster yang belum berpigmen (non pigmented post larva)."

Sejak awal kebijakan ekspor benur ini diloloskan Edhy di KKP pada Mei 2020 lalu, produk regulasi ini memang tak lepas dari kontroversi.

Menurut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dirinya jelas menentang ekspor benih lobster pada masa dirinya menjabat.

Susi menyatakan banyak nelayan kecil yang mengeluh sulit menangkap lobster karena bibitnya telah diperdagangkan ke luar negeri, terutama ke Vietnam.

Jadi istilah benur sebenarnya lebih banyak dipakai untuk pembudidayaan udang seperti udang windu.

(lus/pal)