MUI Pilih Ketum Baru Pengganti Ma'ruf Amin Malam Ini, Berikut Calonnya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 14:54 WIB
Maruf hadiri Munas MUI ke-X
Munas X MUI (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Wakil Presiden)
Jakarta -

Agenda utama Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia atau MUI adalah menentukan kepengurusan baru periode 2020-2025 menggantikan kepengurusan sebelumnya. MUI akan menentukan ketua umum baru mereka malam ini.

Ketua Panitia Pengarah Munas MUI ke-10, KH Abdullah Jaidi, menyampaikan pemilihan jajaran kepengurusan baru dilakukan hari ini dan hasilnya pun dapat diketahui malam ini.

"Tim formatur akan dipilih nanti malam, lalu malam ini juga mereka akan sidang, memilih Dewan Pimpinan Harian dan Dewan Pertimbangan MUI, yang kemudian diplenokan hasilnya itu malam ini juga," kata dia sesaat sebelum memimpin pleno Pembacaan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2015-2020 di Munas X MUI, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Kiai Jaidi mengatakan tim formatur yang dipilih tersebut akan berisi 17 orang, yang di antaranya Ketua Umum MUI demisioner Ma'ruf Amin, Sekretaris Jendral MUI pusat, dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

Selain itu, kata Kiai Jaidi, terdapat utusan dari MUI provinsi, ormas-ormas di bawah naungan MUI, utusan perguruan tinggi, dan juga pesantren yang juga akan masuk ke dalam bagan tim formatur.

"Ada juga tujuh orang itu dari MUI provinsi dari tujuh zona, dan dari 14 peserta ormas yang hadir offline (luring) akan dipilih lima orang, lalu satu utusan dari perguruan tinggi dan satu utusan dari pesantren," kata dia.

Dia juga menegaskan tugas tim formatur tidak hanya untuk pemilihan ketua umum dan mandataris saja, melainkan juga memilih 22 nama untuk menduduki Dewan Pimpinan MUI dan juga tujuh nama untuk menduduki Dewan Pertimbangan (Wantim MUI).

"Ini berbeda dengan ormas-ormas yang lain yang hanya memilih ketua umum, mandataris, kemudian ketua umum memilih jajarannya. Kalau MUI ini memilih segenap kepengurusan, baik Dewan Pimpinan MUI maupun Wantim MUI," ujarnya.

Kiai Jaidi menegaskan sistem pemilihan kepengurusan di MUI jauh dari hiruk-pikuk politik dan mengedepankan asas musyawarah mufakat. Hal ini tak lain karena bagaimanapun MUI adalah wadah ulama yang menjadi teladan umat secara luas. "Kita tegaskan bahwa pemilihan ketua umum tidak ada bias politik, karena kita bukan partai politik," kata dia.

Sebagai informasi, sejumlah nama mencuat ke publik untuk menduduki kursi Ketua Umum MUI 2020-2025. Daftar kandidatnya di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2