Megawati Minta Sejarah 1965 Diluruskan, PA 212 Desak PDIP Dibubarkan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 06:20 WIB
Massa DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur (Jaktim) melakukan longmarch dari Jalan Matraman Raya menuju Polres Jakarta Timur.
Ilustrasi / Bendera PDIP (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk meluruskan sejarah soal Sukarno dan peristiwa 1965. Terkait pernyataan tersebut, Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta PDIP dibubarkan.

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin awalnya menilai Megawati tidak sedang ingin meluruskan sejarah. Menurutnya, ada upaya pemaksaan tafsir tunggal tentang Pancasila yang berkaitan dengan komunisme.

Novel bicara soal upaya bangkitnya PKI. Kemudian dia menyinggung soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

"Saya melihat kok Indonesia mau dibawa dalam kebodohan terus oleh Megawati karena PKI bangkit di jaman Soekarno adalah masa paling bodoh, karena sejatinya sebodoh-bodohnya orang jangan sampai masuk 2 kali ke dalam lobang yang sama. Karena PKI mulai berontak tahun 1926 dan bangkit 1948 itu sudah bodoh karena bisa bangkit. Lalu di jaman Soekarno lebih bodoh lagi bangkit sampai 3 kali, itu jelas kebodohan bertumpuk-tumpuk, eh diperjelas oleh rezim ini dengan RUU HIP diduga kuat kebangkitan komunis yang ke-4," kata Novel kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Dia menduga Megawati ingin membuat sejarah menjadi simpang siur. Dia menyinggung soal Hari Kelahiran Pancasila yang diperingati tiap 1 Juni hingga akhirnya menjadi hari libur nasional sejak 2017.

"Jadi jelas Megawati itu bukan mau meluruskan tapi mau disimpangsiurkan untuk tujuan penggelapan sejarah pemaksaan tafsir tunggal tentang Pancasila yang berbau komunis yaitu peluang Pancasila rasa komunis adalah rumusan Pancasila 1 Juni yang unsur ketuhanan ditaruh di sila ke-5. Artinya ayat-ayat konstitusi harus di atas ayat-ayat suci atau minimal Pancasila sekuler dan itulah yang terjadi, 1 Juni dijadikan tanggal merah libur nasional," kata dia.

Kemudian dia meminta PDIP dibubarkan. Menurutnya, jika ingin meluruskan sejarah semestinya didasarkan dari korban PKI yakni umat Islam, ulama, kiai hingga ulama.

"Dan olehnya PDIP harus dibubarkan sebelum para kadernya dan pengurusnya berbuat makar dan pengkhianatan dengan terlapornya Rieke Diah Pitaloka sebagai ketua panja dan Hasto Kristianto yang mengarahkan Pancasila diganti menjadi trisila dan ekasila, menghidupkan warisan Soekarno kembali. Dan inilah yang dimau oleh Megawati setelah kalap RUU HIP ditolak rakyat," kata dia.

PDIP menanggapi desakan PA 212 soal pembubaran. Apa katanya?

Selanjutnya
Halaman
1 2