Saksi Ini Akui Identitasnya Dipinjam Menantu Nurhadi untuk Beli Lahan Sawit

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 22:39 WIB
Penyidik KPK menuntaskan penyidikan eks Sekretaris MA Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiyono. Keduanya pun diketahui akan segera disidang.
Rezky Herbiyono (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Yoga Dwi Hartiar, yang merupakan kakak ipar terdakwa kasus suap dan gratifikasi Rezky Herbiyono, mengaku identitasnya dipakai oleh Rezky untuk membeli lahan sawit. Yoga menyebut saat itu identitasnya dipakai untuk membeli lahan sawit di Tapanuli Selatan pada 2017.

Awalnya, Yoga menjelaskan KTP-nya pernah dipinjam Rezky yang merupakan menantu eks Sekretaris MA Nurhadi tersebut. Saat itu, Yoga mengaku tidak tahu identitasnya dipakai oleh Rezky.

"Belakangan saya tahunya itu untuk sertipikat sawit, Pak," kata Yoga di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (25/11/2020).

Yoga mengaku sempat mengkonfirmasi Rezky. Rezky saat itu beralasan meminjam nama Yoga agar aset yang dimilikinya tidak selalu atas nama Rezky.

"Saya juga tanya ke Rezky waktu itu, buat apa. 'Nggak buat ini saja sih, biar nggak banyak-banyak namaku', dia bilang cuma gitu. Detailnya saya nggak nanya aja, karena saya pikir dia keluarga, istilahnya keluarga inti istri saya, dia pinjem KTP untuk sertifikat ya sudah," ungkap Yoga.

Yoga bahkan mengaku tidak tahu luas lahan sawit itu. Dia mengaku hanya dua kali diajak melihat lahan sawit itu sebelum dibeli Rezky.

"Saya pernah ke sana dua kali. Nama (tempat) Padang Lawas, waktu itu diminta untuk melihat tanaman," kata Yoga.

Dalam persidangan ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

Di surat dakwaan, jaksa mengungkapkan uang suap yang diterima Nurhadi dan Rezky Herbiyono itu dibelikan lahan sawit, kendaraan, dan tas bermerek hingga melakukan renovasi rumah di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

(zap/jbr)