Ini Cerita Para Guru Penerima BSU & Bantuan Kuota Internet

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 19:25 WIB
Tiga guru dan dosen penerima manfaat BSU Ibu Wenny (Guru di Rangkasbitung), Ibu Sri Murni (Dosen di Lampung), dan Bapak Arya (Guru di Jakarta Timur) (kanan atas) berdiskusi mengenai Hari Guru: Mendukung Pendidik Berkarya di Jakarta, Rabu, 25 November 2020.
Foto: KPC PEN-Tiga guru dan dosen penerima manfaat BSU Deswita Supriyatni, Sri Murni, dan Arya Wiratman berdiskusi mengenai Mendukung Para Pendidik Tetap Berkarya
Jakarta - Pemerintah telah memberikan bantuan berupa subsidi upah dan kuota internet gratis kepada para guru. Mendapatkan batuan tersebut, seorang guru SDS Islam Ibnu Hajar Cipayung Jakarta Timur Arya Wiratman mengaku sangat terbantu.

"Sebelum ada bantuan subsidi pulsa untuk kuota internet, kondisi sangat sulit dan terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan harus pintar mengatur keuangan keluarga dan menyisihkan agar kebutuhan kuota internet terpenuhi. Setelah ada bantuan sangat meringankan beban pengeluaran sehari-hari," kata Arya dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Sebelum ada bantuan, lanjutnya, ia mengaku mengalami hambatan terutama terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Kesulitan Arya semakin bertambah karena satu dari dua anaknya merupakan anak berkebutuhan khusus.

Ia harus berhitung dengan pengeluarannya agar semua kebutuhan tercukupi. Ketika bantuan subsidi upah dan kuota internet gratis digelontorkan, Arya bisa bernapas sedikit lega.

Pengalaman serupa juga dituturkan tiga guru dan tenaga pendidik yang hadir dalam Dialog Produktif dengan tema Mendukung Para Pendidik Tetap Berkarya yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), pada hari ini. Mereka adalah Dosen Program Studi PJKR STKIP Pasundan Deswita Supriyatni dan Dosen STKIP PGRI Bandar Lampung Sri Murni.

Sri Murni juga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan dari pemerintah baik dalam bentuk pulsa maupun BSU.

"Sebelum ada bantuan kami harus pintar-pintar menyisihkan dana untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran. Sangat bersyukur dengan bantuan pemerintah baik dalam bentuk pulsa maupun BSU. Uang yang awalnya kami sisihkan untuk kuota bisa kembali kami pakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga," akunya.

Di lain sisi, Deswita yang merupakan orang tua tunggal mengaku harus mengatur ulang perencanaan keuangan keluarganya. Kebutuhan primer dan biaya internet menjadi prioritas.

"Dengan bantuan dari pemerintah ini tentunya sangat membantu sekali sehingga perencanaan keuangan keluarga bisa kembali seperti semula," ungkapnya.

Dari pengalaman yang diceritakan para guru dan tenaga pendidik ini, diketahui manfaat bantuan pemerintah sangat dirasakan langsung para penerimanya. Bantuan kuota internet dan BSU yang diterima para guru dan tenaga pendidik membuat beban mereka lebih ringan dalam menghadapi proses pembelajaran jarak jauh yang harus dijalankan akibat pandemi. (ega/ega)