Viral Dugaan Pungli Bansos COVID di Muara Angke, Polisi Terjun Kawal Distribusi

Herianto Batubara - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 18:43 WIB
Polres Pelabuhan Tanjung Priok kawal distribusi bansos COVID-19
Polres Pelabuhan Tanjung Priok kawal distribusi bansos COVID-19 (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

kasus pungutan liar (pungli) bantuan COVID-19 dari pemerintah yang diduga dilakukan oleh oknum RT setempat. Polres Pelabuhan Tanjung Priok pun turun tangan menyelesaikan persoalan ini, dan mengawal proses distribusi bantuan tersebut hingga sampai ke tangan warga yang berhak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta menjelaskan, pada Senin, 23 November 2020, pihaknya mendapat informasi adanya keluhan dari masyarakat di RT 2 RW 22, Muara Angke, Jakarta Utara. Warga setempat mempersoalkan adanya pungli pada bantuan pemerintah terkait COVID-19.

AKBP Ahrie pun meminta Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan timnya ke lokasi. Polisi kemudian melakukan pengumpulan informasi terkait dugaan pungli tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi yang berasal dari warga setempat, pengurus RT dan RW, serta kelurahan setempat.

Dari keterangan saksi-saksi tersebut membenarkan bahwa pada bulan sebelumnya beberapa kali telah memberikan sejumlah imbalan berupa uang tunai sebesar Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu setiap terjadi penyaluran bansos tersebut," kata Ahrie kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Kepada polisi, saksi menyatakan RT meminta uang tersebut dengan alasan untuk membayar biaya odong-odong atau sarana angkut bansos ke tiap rumah warga. Terdapat warga yang keberatan, namun ada juga warga yang tidak keberatan akan hal tersebut.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok kawal distribusi bansos COVID-19Polres Pelabuhan Tanjung Priok kawal distribusi bansos COVID-19. (Foto: dok. Istimewa)

Polisi kemudian menggali keterangan dari RT yang dimaksud dan pengurus RW. Mereka menyatakan tidak ada unsur paksaan kepada warganya dalam pungutan dana distribusi bansos tersebut. Mereka menyatakan dana tersebut dipakai oleh staf RT dan tim sebagai upah angkut atau bongkar setiap kali ada bansos datang dan juga sebagai upah sarana angkut untuk warga yang mengambil bantuan tersebut.

Periode November ini, bansos belum sepenuhnya terdistribusi ke warga RT 2 RW 22 karena masih menunggu sisa bansos yang masih dalam perjalanan.

Selanjutnya
Halaman
1 2