Harno-Bayu Janjikan Pembangunan Merata di Pesisir Rembang

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 17:52 WIB
Pilkada Rembang
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Calon Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto meninjau langsung kondisi abrasi pantai di Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Rembang.

Hal ini mengingat abrasi pantai sering terjadi setiap tahun di sepanjang pesisir pantai wilayah Kragan, bahkan berdampak terhadap puluhan rumah warga.

"Kami mendapat keluhan dari warga adanya abrasi di Kragan. Hari ini kita pantau secara langsung, melihat kondisi yang terjadi disini. Ternyata yang terdampak ada 2 RT, yang paling parah ada rumah yang nyaris roboh di sini, beberapa rumah," ujar Bayu dalam keterangan tertulis, Rabu (25/11/2020).

Bayu mengatakan abrasi tersebut disebabkan oleh pembangunan jeti dan talud pantai yang belum dibangun secara merata. Hal ini kemudian menyebabkan abrasi pantai terus terjadi setiap tahun.

"Jadi ke depannya semoga kami mendapat amanah dari warga untuk menang Pilkada besok. Kami berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan langsung secara merata dalam satu periode tahun anggaran," paparnya.

Menurutnya, pembangunan merata perlu dilakukan agar tidak berdampak terhadap kondisi lainnya.

"Ini memang harus dilaksanakan merata secara langsung sehingga tidak berimbas kepada sektor lain. Dalam melaksanakan pembangunan jadi bukan perkara fisik, tapi kondisi masyarakat juga harus diperhatikan. Kita rencanakan betul, pembangunan jeti, talud, langsung dibuat merata," imbuhnya.

Merespons hal ini, Suparto, salah seorang warga RT 9 RW 5 Desa Pandangan Kulon menyebut abrasi tahun ini merupakan insiden terparah jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Rumah saya dari gedek sudah hampir roboh diterjang ombak setinggi itu. Ini yang paling parah kalau dibanding tahun sebelumnya. Gara-gara ada Jeti di pandangan wetan, ombak disini makin besar," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Harno-Bayu agar dapat menyelesaikan permasalahan ini. Ia mengatakan pembangunan talud yang belum usai akan terus mengakibatkan abrasi berkelanjutan.

"Saya berharap Pak Harno dan Pak Bayu ini bisa menjadi pelopor suksesnya pembangunan talud di sekitar sini. Tidak separuh-separuh seperti ini, kalau langsung dirampungkan pembangunannya, tidak ada lagi abrasi seperti ini," pungkasnya.

(prf/ega)