Pihak Tommy: Napoleon Asal Klaim Bawa Nama Kabareskrim, Mau Cari Selamat

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 11:34 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte mendatangi Pengadilan Tipikor, Jakarta. Kedatangannya untuk menjadi saksi di sidang Tommy Sumardi terkait perkara suap Djoko Tjandra.
Tommy Sumardi bersama pengacaranya saat Irjen Napoleon Bonaparte memberikan kesaksian. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Irjen Napoleon Bonaparte 'bernyanyi' dengan menyebutkan sejumlah nama, termasuk Kabareskrim Polri. Namun kesaksian Napoleon, yang juga telah berstatus terdakwa, disangsikan.

Napoleon menjadi saksi dalam perkara suap Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra saat sidang dengan terdakwa Tommy Sumardi. Tommy Sumardi duduk sebagai terdakwa karena diduga menjadi perantara suap Djoko Tjandra ke Napoleon dan seorang jenderal lain bernama Brigjen Prasetijo Utomo.

Sejumlah nama disebut Napoleon dalam sidang pada Selasa, 24 November 2020, itu. Tercatat ada Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Namun kesaksian itu disebut tim kuasa hukum Tommy Sumardi berbeda dari apa yang tertulis dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Biasalah, yang namanya terdakwa kan, dia lempar isu apa saja untuk menyelamatkan diri," kata Dion Pongkor selaku pengacara Tommy Sumardi dalam keterangan tertulis, Rabu (25/11/2020).

"Itu omongan dia (Napoleon Bonaparte) tidak benar. Dia hanya klaim saja tanpa didukung bukti yang sahih. Anehnya, di BAP, dia tidak pernah bicara soal nama Kabareskrim dan Aziz Syamsuddin," imbuhnya.

Dion juga menyatakan Tommy Sumardi sudah membantah pernyataan Napoleon soal Kabareskrim dan Azis itu. Dia mempersilakan publik menilai sendiri.

"Pak Tommy Sumardi bilang, itu tidak benar itu. Nggak ada omongan bawa-bawa Kabareskrim, Azis Syamsuddin, karena nggak ada hubungan sama mereka. Makanya, saya challenge dengan BAP Napoleon. Dalam BAP-nya tidak pernah menyebut nama Kabareskrim dan Azis Syamsuddin. Jadi, apakah Napoleon bohong atau tidak? Silakan publik yang menilai sendiri," kata Dion.

Sebelumnya, Irjen Napoleon Bonaparte membawa-bawa soal Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo--pihak yang memimpin pemulangan Djoko Tjandra dari Malaysia--dalam kesaksiannya di persidangan perkara suap terkait pengurusan red notice Interpol atas nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Namun kesaksian mantan Kadivhubinter Polri itu disebut berbeda dari BAP saat proses penyidikan.

Awalnya Napoleon menyebut soal Kabareskrim dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ketika bertemu dengan Tommy Sumardi. Tommy Sumardi dalam persidangan duduk sebagai terdakwa karena diduga menjadi perantara suap Djoko Tjandra ke Napoleon.

Lalu pengacara Tommy, Dion Pongkor, menanyakan perihal itu pada Napoleon. Dion membacakan BAP Nomor 18 tertanggal 12 Agustus 2020 milik Napoleon.

Napoleon beralasan pada pemeriksaan awal tidak membawa data sehingga tanggal dan waktu di penjelasannya masih rancu. Dia juga telah mencabut keterangannya dalam BAP lain tertanggal 17 September 2020 karena tidak berhubungan dengan kasusnya.

Dalam perkara ini Tommy Sumardi didakwa bersama-sama dengan Djoko Tjandra memberikan suap ke Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. Irjen Napoleon sendiri telah disidang dalam perkara ini, begitupun Brigjen Prasetijo.

Irjen Napoleon sebelumnya menjabat Kadivhubinter Polri. Sedangkan Brigjen Prasetijo selaku Kepala Biro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri.

Dalam surat dakwaan, Tommy diduga memberikan SGD 200 ribu dan USD 270 ribu kepada Irjen Napoleon dan USD 150 ribu kepada Brigjen Prasetijo. Jaksa menyebut uang itu berasal dari Djoko Tjandra untuk kepentingan pengurusan red notice Interpol dan penghapusan status Djoko Tjandra dalam daftar pencarian orang (DPO).

(dhn/fjp)