Menhub Budi Karya Hadiri Pertemuan Menteri Transportasi Se-ASEAN

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 23:34 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Foto: dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memimpin delegasi RI dalam rangkaian pertemuan Menteri Transportasi di ASEAN, The 26th ASEAN Transport Ministers Meeting (26th ATM) and Associated Dialogue Partner Meetings, yang dihelat secara virtual Selasa (24/11) dan Rabu (25/11).

Hari ini merupakan hari pertama dilaksanakannya diskusi para delegasi dari negara mitra ASEAN. Diskusi ini dipimpin oleh delegasi Brunei Darussalam dan membahas sejumlah agenda. Pertama, pembahasan keputusan serta tindak lanjut persyaratan dari KTT ASEAN. Agenda kedua, yaitu penyampaian laporan serta diskusi rekomendasi dari hasil The 49th and 50th ASEAN Senior Transport Officials Meeting pada 17 Juni dan 18 November 2020 lalu.

Ketiga, penyampaian hasil pertemuan The 12th Transit Transport Coordinating Board. Keempat, pembahasan persiapan Asean Transport Meeting yang akan diselenggarakan dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, Republik Korea, dan Jepang. Kelima, diskusi kebijakan terkait rencana pemulihan COVID-19 dalam bidang transportasi pada masing-masing negara mitra ASEAN.

Budi Karya menyampaikan bahwa dalam rangka kembali meningkatkan perekonomian dunia serta konektivitas global, Indonesia telah menetapkan Travel Corridors Arrangement atau Pengaturan Koridor Perjalanan. Yakni pengaturan koridor perjalanan aman secara bilateral yang sifatnya sementara, guna memfasilitasi kemudahan perjalanan dari Indonesia ke beberapa negara lain, begitupun sebaliknya. Baik untuk keperluan bisnis, ekonomi, maupun diplomatik.

"Kami menginformasikan bahwa Indonesia telah menetapkan pengaturan koridor perjalanan dengan beberapa negara di kawasan serta dengan sejumlah negara mitra ASEAN. Langkah ini merupakan salah satu dari sekian banyak langkah yang diambil Indonesia untuk mendukung pemulihan konektivitas global yang kami harap akan berkontribusi pada pemulihan ekonomi dunia. Langkah ini tentu saja dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO dan pemerintah masing-masing negara," terang Budi Karya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/11/2020).

Masih dalam rangkaian acara yang sama, Budi Karya turut menghadiri The 19th ASEAN and China Transport Ministers Meeting serta ASEAN Transport Meeting : United States - ASEAN Business Council Consultation. Budi berdiskusi dengan Menteri Transportasi China, lalu menyampaikan keterbukaan serta kesiapan Indonesia untuk membangun kerjasama secara aktif dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, lebih khusus dalam bidang transportasi laut dan udara.

Di samping itu, Budi Karya juga berdiskusi dengan Vice President Policy United States-ASEAN Business Council. Ia menyatakan akan menyambut baik keinginan perusahaan swasta di Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam membangun jaringan konektivitas. Hal ini sebagai langkah untuk meningkatkan perekonomian global dalam masa adaptasi kebiasaan baru serta memulihkan hubungan antar negara selama masa pandemi.

"Saat ini Indonesia telah menerapkan Pengaturan Koridor Transportasi dengan beberapa negara, Indonesia berharap agar dapat membangun lebih banyak pengaturan koridor perjalanan dengan lebih banyak negara termasuk Amerika Serikat, agar dapat meningkatkan kepercayaan penumpang di sektor transportasi udara yang akan mendukung industri perjalanan, pariwisata dan transportasi untuk memulihkan perekonomian global," tutup Budi Karya.

Pertemuan Menteri Transportasi se-ASEAN dihadiri oleh para Menteri Transportasi dari negara mitra ASEAN, di antaranya Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Singapura, Malaysia, Filipina, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.

(prf/ega)