ADVERTISEMENT

Jaksa Cecar Ahli dari Brigjen Prasetijo soal Tugas Polisi Tangkap Buronan

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 19:18 WIB
Saksi ahli hukum pidana Nur Basuki di sidang perkara surat jalan palsu Djoko Tjandra.
Saksi ahli hukum pidana Nur Basuki di sidang perkara surat jalan palsu Djoko Tjandra. (Zunita/detikcom)

Basuki pun menegaskan tidak semua jaksa bertanggung jawab atas tahanan jika tidak ada tugas khusus. Jaksa pun meminta pendapat lagi ke Basuki terkait tugas seorang polisi apabila bertemu dengan seorang buron.

Basuki menyebut polisi seharusnya menangkap buron itu jika bertemu apabila polisi itu mengetahui seorang yang ditemuinya adalah buron.

"Kalau misalnya polisi ketemu buronan, semestinya dia harus melakukan sesuai kewajiban hukum yang harus dilakukan," ucap Basuki.

"Apa kewajiban hukumnya?" kata jaksa.

"Ya misalnya kalau dia tahu itu buron, ya ditangkap," tegas Basuki.

Dalam kasus ini, Brigjen Prasetijo Utomo didakwa bersama-sama Anita Dewi Anggraeni Kolopaking dan Djoko Tjandra memalsukan surat untuk kepentingan beberapa hal. Djoko Tjandra saat itu berstatus terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang jadi buron sejak 2009.

Djoko dan Anita Kolopaking didakwa melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sedangkan Prasetijo didakwa melanggar tiga pasal, yakni Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1, Pasal 426 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 KUHP ayat 1, dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.


(zap/zak)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT