Kasus Pelajar Diduga Hina Gubernur Kalbar Diminta Disetop, Ini Kata Polisi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 12:54 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji melaporkan orator perempuan karena diduga menghina.
Foto: Gubernur Kalbar Sutarmidji melaporkan orator perempuan karena diduga menghina. (Antara)
Jakarta -

Polisi terus menyelidiki kasus dugaan penghinaan terhadap Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji oleh remaja perempuan dalam sebuah orasi. Polisi masih mencari bukti-bukti dalam kasus tersebut.

"Masih berjalan, dalam pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk juga mencari bukti-bukti yang lebih dalam lagi. Karena memang kita harus mendalami. Kemarin terlapor juga sudah kita mintai keterangan juga dengan didampingi KPPAD (Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah)," kata Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin saat dihubungi, Selasa (24/11/2020).

"Kita mendalami kenapa sampai ikut aksi sementara yang bersangkutan masih siswi. Kemudian tergerak ingin berorasi atau ada yang menyuruh," sambungnya.

Dia mengatakan KPPAD menilai pelibatan siswi dalam demo 10 November tersebut merupakan bentuk eksploitasi anak. Dia mengatakan kasus akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi lain.

"Sudah beberapa kali ikut kegiatan. Kalau dari data yang ada, memang sudah beberapa kali ikut kegiatan, ada dokumentasinya yang bersangkutan memang ikut beberapa aksi. Ini yang perlu kami dalami apakah keberadaannya di sana atas ajakan atau keinginan sendiri. Kita masih butuhkan saksi-saksi yang lain," ucap dia.

Dia mengatakan terkait kasus ini, pihaknya baru didapatkan barang bukti berupa potongan video viral. Siswi yang dilaporkan Sutarmidji masih berstatus saksi.

Setelah memintai keterangan, polisi mengembalikan siswi tersebut ke orang tuanya. Kasus ini bersifat delik aduan sehingga kasus tidak dapat disetop kecuali atas permintaan pelapor.

"Memang kasus ini sendiri memang delik aduan. Tentunya tergantung bagaimana si pelapor. Mengingat juga terlapor masih di bawah umur. Namun untuk menjawab ataupun menindaklanjuti adanya laporan, tentunya kami harus menindaklanjuti," ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah pihak menyayangkan pelaporan Gubernur Kalbar atas siswa tersebut. Niat Sutarmidji yang ingin memberi pelajaran itu disorot kalangan Senayan.

Komisi X DPR RI meminta meminta Sutarmidji mencabut laporan tersebut. Sutarmidji dinilai lebih baik mengadukan kasus ini ke Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar agar siswi tersebut diberikan teguran dan pembinaan.

"Kalau masih di bawah umur, sebaiknya diserahkan kepada sekolah dan orang tua untuk dibina. Tidak perlu diadukan ke polisi. Saya prihatin juga jika anak-anak pelajar tidak paham tata aturan berdemo, tapi saya juga tidak setuju jika semua kritikan dijadikan delik pidana," kata Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf Macan kepada wartawan, Jumat (13/11).

Sementara itu, Komisi II DPR RI menilai Sutarmidji seharusnya menasihati pelajar itu tanpa menempuh jalur hukum. Sutarmidji dinilai tak perlu mengambil langkah hukum dalam menghadapi persoalan terkait anak.

Simak juga video 'Berkomentar 'Brimob Kacung China' di Medsos, Pria Bogor Dibekuk!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2