Kasus Pelajar Diduga Hina Gubernur Kalbar Diminta Disetop, Ini Kata Polisi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 12:54 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji melaporkan orator perempuan karena diduga menghina.
Foto: Gubernur Kalbar Sutarmidji melaporkan orator perempuan karena diduga menghina. (Antara)

"Berlebihan sih nggak. Kan negara ini negara hukum. Gubernur punya hak untuk menempuh itu," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Yaqut Cholil Qoumas kepada wartawan, Jumat (13/11).

"Tapi jelas tidak bijaksana. Apalagi kan pelajar itu juga anaknya sendiri," imbuhnya.

Sutarmidji membuat laporan polisi pada Kamis (12/11) lalu. Sutarmidji sendiri yang langsung datang ke SPKT Polresta Pontianak.

"Beliau menyampaikan laporan terkait dengan penghinaan terhadap dirinya sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 207 (KUHP) barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan tulisan ataupun lisan melakukan penghinaan terhadap penguasa, di ketentuan Pasal 207 ancamannya 1 tahun 6 bulan. Karena ini mengatasnamakan gubernur, tentu pasal itu yang diterapkan. Kalau orang perorangan mungkin bisa Pasal 310," kata Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin saat dihubungi detikcom, Jumat (13/11).

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin mengatakan Sutarmidji mempersoalkan kalimat orator yang dinilai menghina karena memaki menggunakan nama binatang.

"Kalau dalam video itu dikatakan, katanya 'gubernur a****g', itu. Sementara dari Pak Gubernur sendiri, dari statement-nya yang saya baca saya tidak bisa terima, ini sama saja menghina ibu saya, kalau menurut Pak Gubernur dari hasil wawancara yang saya baca yang beredar," tuturnya.

Sutarmidji menyebutkan pelaporan ke polisi dilakukan untuk memberikan pelajaran tegas kepada peserta demo penolakan UU omnibus law yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas untuk dirinya saat melakukan orasi.

"Sebenarnya saya tidak mau memperpanjang masalah ini, namun saya tetap harus memberikan pelajaran yang tegas kepada masyarakat, khususnya oknum pendemo yang memaki-maki saya, agar tidak sembarangan mengeluarkan kata tidak pantas dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum," kata Sutarmidji di Pontianak, seperti dilansir Antara, Jumat (13/11).

Sutarmidji mengatakan telah mengetahui pendemo tersebut masih berstatus pelajar dan usianya belum 18 tahun. Namun dia heran kepada koordinator aksi karena melibatkan remaja tersebut dalam demo dan diberi kesempatan berorasi.

Sutamidji mengatakan sebenarnya sudah memaafkan pendemo tersebut. Namun, jika dirinya tidak memberikan pelajaran tegas dan tidak melaporkannya sendiri ke Polresta Pontianak, dipastikan pendukungnya yang akan melaporkan anak tersebut atas makiannya kepada Gubernur Kalbar.

"Ya, karena sudah seperti ini, silakan hadapi sendiri apa yang sudah diperbuat. Saya bukan antikritik, namun jelas saya tidak terima dimaki-maki seperti itu, karena bagi saya makian itu sama saja dengan memaki ibu saya yang sudah melahirkan saya," katanya.

Halaman

(jbr/idh)