Menag: Gencarkan Penguatan Edukasi dan Literasi Wakaf, Terutama ke Milenial

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 12:27 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi
Menag Fachrul Razi (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyebut literasi dan edukasi terhadap wakaf di masyarakat masih kurang. Menag meminta agar literasi terkait isu perwakafan ditingkatkan kepada generasi milenial, mahasiswa, maupun anak muda.

"Rendahnya indeks literasi wakaf masyarakat ini berdasarkan hasil survei BWI (Badan Wakaf Indonesia) dan Kemenag mengharuskan para stakeholder wakaf saling bersinergi untuk mengambil langkah-langkah strategis," kata Fachrul saat membuka acara Wakaf Goes to Campus virtual, yang disiarkan di YouTube Badan Wakaf Indonesia, Selasa (24/11/2020).

"Kita perlu menggencarkan lagi gerakan penguatan edukasi dan literasi wakaf secara terus menerus, sistematis dan masif terutama di kalangan generasi milenial agar tumbuh kesadaran mereka untuk mencintai wakaf dan mau berwakaf," imbuhnya.

Ia mengungkap, berkembangnya program perwakafan akan menjadi salah satu pilar penting pembangunan nasional. Fachrul mengatakan Kemenag dan Badan Wakaf Indonesia telah menyiapkan roadmaps penguatan perwakafan.

Lebih lanjut, Menag menyebut pada 10 tahun terakhir gerakan perwakafan semakin progresif, dimana banyak kebijakan pemerintah yang dikeluarkan terkait produk perwakafan. Misalnya dulu wakaf identik dengan tanah kuburan, tetapi kini banyak berupa produk keuangan syariah.

"Jika dahulu wakaf identik dengan tanah kuburan dan masjid, kini wakaf juga dijumpai dalam berbagai produk keuangan syariah. Dalam kurun waktu tersebut pemerintah terus memperkuat infrastruktur dan regulasi perwakafan," kata Fachrul.

Ia mengatakan UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf dan terbentuknya Badan Wakaf Indonesia merupakan dasar regulasi perwakafan. Tujuannya untuk mendorong pemanfaatan wakaf. Selain itu, Kemenag bekerja sama dengan berbagai kementerian untuk mendukung program wakaf, misalnya dengan Kemenkeu terdapat program Cash Waqf Linked Sukuk.

"Pada saat bersamaan Kementerian Agama bersama kementerian terkait kini terus menjalin kerja sama dan sinergi program dalam mendukung perwakafan ini. Dengan Kementerian Keuangan kita jalin sinergi dengan terbitnya Cash Waqf Linked Sukuk yang telah kita launching beberapa waktu lalu," ujarnya.

"Lalu bersama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi kita telah menyiapkan standar kompetensi kerja nasional Indonesia nazir wakaf dan masih banyak kerja sama yang telah kami jalin baik dengan kementerian/lembaga, maupun organisasi internasional," ungkapnya.

Adapun satu garda terdepan dalam mendukung perwakafan menurut Fachrul adalah para akademisi dan kampus. Dia berharap para akademisi dan mahasiswa berpartisipasi luas dalam perwakafan. Misalnya materi wakaf dapat disampaikan melalui kurikulum pendidikan.

"Edukasi dan literasi wakaf sangat perlu dan mendesak untuk diwujudkan ke dalam bentuk perumusan materi kurikulum nasional yang diberlakukan mulai tingkat sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Ini harus dijadikan komitmen dan keseriusan kita bersama untuk mempercepat ikhtiar terciptanya masyarakat sadar wakaf, wakaf society," kata Fachrul.

"Karenanya program ini tidak dimaksudkan hanya untuk menarik sebanyak mungkin mahasiswa menjadi wakib, tapi lebih dari itu untuk mengajak para mahasiswa membantu edukasi dan literasi wakaf di masyarakat," sambungnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh, Direktur Pembiayaan Syariah Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah, Anggota Badan Wakaf Indonesia Imam Teguh Saptono, Presenter E-Talkshow TV One Wahyu Muryadi, dan LKS-PWU Bank Mega Syariah Marjana.

(yld/hri)