Ini Tiga Inovasi Desa Sesaot Lombok Barat

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 09:51 WIB
Polda NTB
Foto: Polda NTB
Jakarta -

Dengan diperpanjangnya periode Lomba Kampung Sehat Nurut Tatatan Baru yang diiniasi Polda NTB, Desa Sesaot Kecamatan Narmada, Lombok Barat semakin gencar mempersiapkan diri. Desa Sesaot merupakan satu dari tiga perwakilan yang mewakili Polresta Mataram pada Best of The Best Lomba Kampung Sehat tingkat Provinsi NTB.

Desa Sasaot menjadi percontohan karena mampu mempertahankan wilayahnya nol kasus penyebaran Virus Corona. Tidak hanya itu, desa ini juga dapat mempertahankan wilayahnya dengan status zona hijau sehingga tetap berlabel sehat. Padahal, status pandemi sendiri belum dicabut Pemerintah.

Meski begitu, nampaknya Desa Sasaot tidak ingin cepat berpuas diri. Pemerintah Desa mengajak serta Kepala Desa, Bhabinkamtibnas, dan Babinsa, dalam memantau kelanjutan dari inovasi yang sebelumnya sudah dilakukan hingga mewakili Polresta Mataram sebagai finalis lomba kampung sehat tingkat Provinsi NTB.

Setidaknya ada tiga inovasi baru yang diperkenalkan oleh Desa Sesaot, untuk kemudian bisa diterapkan di Kampung Sehat Setempat. Pertama, pembuatan atau pengadaan seribu kentungan. Kentungan ini nantinya akan dibagikan kepada setiap Kepala Keluarga (KK).

Dengan harapan dapat mencegah kasus kejahatan serta memberitahukan informasi terkait bencana dan lainnya.

''Kentungan ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak Covid-19 dibidang keamanan agar selalu tercipta situasi yang kondusif,'' jelas Kades Sesaot Yuni, Selasa (24/11/2020).

Inovasi kedua, yakni pembagian seribu polybag dan bibit sayur, sebagai wujud inovasi bidang ketahanan ekonomi secara mandiri. Setiap KK akan mendapat 5 polybag beserta bibit sayur-sayuran yang dapat ditanam. Lalu ketiga adalah pembuatan seribu bong bambu. Bong bambu sebagai pengganti ember plastik yang sudah dibuat selanjutnya akan diletakkan di lokasi publik, seperti di jalan gang masuk dari masing-masing dusun.

''Karena bong bambu ini mudah sekali didapatkan di Desa Sesaot. Ini juga sebagai bentuk ramah lingkungan dan tentunya bisa bertahan lama dibandingkan ember plastik. Itulah beberapa inovasi baru yang kami lakukan di Desa Sesaot,'' imbuh Yuni.

Merespon hal ini, Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto turun memberikan apresiasi atas inovasi baru yang dilakukan Desa Sesaot. Inovasi dari Desa Sesaot ini dinilainya cukup nyata. Karena dibutuhkan oleh warga serta pengadaannya yang terbilang mudah didapatkan. Seluruhnya berguna sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

'' Kami dari kepolisian siap mendukung apa yang dilaksanakan oleh Desa Sesaot,'' ujar Kombes Pol Guntur Herditrianto.

(ega/ega)