100 Ibu-ibu Sekitar Pelabuhan Patimban Ikuti Pelatihan Kriya Kemenhub

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 19:59 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan melalui Dharma Wanita Persatuan Kemenhub memberikan pelatihan wirausaha kepada para perempuan di sekitar wilayah Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa barat. Pelatihan kriya ini diikuti oleh sekitar 100 orang perempuan di sejumlah desa di sekitar Pelabuhan Patimban.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenhub Endang Budi Karya mengatakan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat sekitar Pelabuhan Patimban merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan roda perekonomian, menciptakan peluang usaha baru, dan meningkatkan potensi masyarakat, khususnya para perempuan di sekitar pelabuhan patimban agar lebih produktif.

"Saat ini kita ketahui bersama bahwa Desa Patimban, Desa Kalentambo, Desa Gempol, Desa Pusakaratu, Desa Kotasari, Desa Rancadaka dan Desa Mundusari adalah sejumlah desa yang berada di sekitar Pelabuhan Patimban. Untuk itu perlu adanya pengelolaan sumber daya manusia untuk masyarakat di sini dengan memberikan pelatihan, khususnya kepada kaum perempuan agar lebih produktif dan melihat peluang baru," ujar Endang dalam keterangan tertulis, Senin (13/11/2020).

Endang Budi Karya menuturkan peran perempuan sangatlah penting dalam memajukan perekonomian Indonesia, karena mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan cara berwirausaha.

"Saya melihat potensi sumber daya yang ada dan semangat ibu-ibu masyarakat di Patimban dan sekitarnya merupakan modal utama untuk kita bisa lebih maju lagi, dengan menciptakan peluang peluang usaha baru, salah satunya adalah melalui industri kriya," tutur Endang.

Pelatihan itu bertema 'Pengabdian Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Perempuan Dalam Kewirausahaan Baru Menuju Indonesia Maju'. Pelatihan yang diberikan yaitu bagaimana cara mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan seperti serat alam, kayu, tanah liat, batuan, tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, logam, dan hasil kekayaan alam lainnya, menjadi benda benda yang memiliki nilai tambah, baik bernilai pakai, bernilai seni, maupun bernilai dalam income/pendapatan.

Pelatihan yang diberikan diantaranya membuat gantungan kunci, membatik dengan tamarin maupun teknik pengemasan produk untuk ikan asin dan telor asin. Kedua produk tersebut (ikan asin dan telor asin) telah menjadi produk unggulan masyarakat di Subang dan sekitarnya. Pelatihan ini pun tidak hanya berhenti di pemberian pelatihan pembuatan kerajinan kriya saja, namun akan membantu sampai dengan tahap promosi dan pemasaran produk hasil pelatihan.

Sebagai informasi, Pelabuhan Patimban diproyeksikan untuk mendukung kegiatan ekspor-impor dan logistik di Indonesia. Dengan adanya hal tersebut pelabuhan ini nantinya akan menjadi simpul transportasi yang sangat strategis, seperti pelabuhan Tanjung Priok, yang akan menghubungkan wilayah industri produktif di Subang, Karawang, Purwakarta dan sekitarnya.

Kemenhub tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur Pelabuhan Patimban semata, namun turut memperhatikan aspek ekonomi dan sosial masyarakat wilayah sekitar melalui pemberian Diklat Kewirausahaan, Diklat Pemberdayaan Masyarakat, Pembentukan Koperasi dan Bantuan Kapal dengan kecepatan dan kapasitas tinggi bagi para nelayan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan perekonomian masyarakat sekitar juga semakin meningkat.

(ega/ega)