PN Jaksel Lockdown, Sidang Putusan Kasus Penembakan Mahasiswa Kendari Ditunda

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 17:57 WIB
Gedung PN Jaksel
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Pengadilan Jakarta Selatan (PN Jaksel) lockdown atau memberikan pelayanan terbatas mulai 23-27 November menyusul Ketua Pengadilannya positif COVID-19. Sejumlah persidangan terkena dampak dari kebijakan tersebut, salah satunya sidang putusan kasus penembakan mahasiswa Kendari, terdakwa Brigadir Abdul Malik (AM).

Sidang putusan kasus penembakan mahasiswa Kendari, terdakwa Brigadir AM diagendakan besok Selasa (24/11/2020). Akan tetapi, karena PN Jaksel melakukan lockdown, akhirnya sidang tersebut akan ditunda.

"Untuk Brigadir AM, seharusnya kan besok, sudah dikonfirmasi sama majelisnya karena ada lockdown terbatas itu insyaallah ditunda seminggu," kata Humas PN Jaksel, Suharno, saat dihubungi, Senin (23/11).

Ia mengatakan masa tahanan Brigadir AM masih mencukupi sehingga dilakukan penundaan. Sidang putusan terdakwa kasus penembakan mahasiswa Kendari akan dilanjutkan pada Selasa (30/11) pekan depan.

"Nanti akan disampaikan surat pemberitahuan jadwal sidang ke pihak JPU dan penasihat hukum," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Brigadir AM dituntut 4 tahun penjara dalam kasus pembunuhan terkait tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, bernama Randi yang diduga tewas tertembak saat mengikuti demo di depan DPRD Sultra yang berakhir ricuh. Brigadir AM terbukti karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia dan terluka.

"Dituntut 4 tahun pidana penjara," kata salah satu anggota JPU, Herlina Rauf, saat dimintai konfirmasi, Rabu (18/11/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2