Pimpinan Komisi III: Tak Masalah Kapolri Nonmuslim, yang Penting Kapabilitas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 16:09 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni diperiksa KPK. Ia diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek di Bakamla.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pucuk pimpinan Polri tidak lama lagi akan berganti. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai tidak masalah jika Polri dipimpin nonmuslim, selama kapabilitasnya memang bagus.

"Begini, kita harus lihat bahwa Polri adalah instrumen negara yang semua agama ada di dalamnya. Institusi Polri untuk kamtibmas seluruh Indonesia. Institusi Polri bukan lembaga dakwah Islam yang pimpinannya wajib agama Islam," kata Sahroni, kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Sahroni menjawab anggapan yang beredar bahwa orang nomor satu di Polri haruslah seorang muslim.

"Polri bukan lembaga dakwah. Polri adalah instrumennya negara untuk Kamtibmas. Jadi, menurut saya nggak masalah (Polri dipimpin nonmuslim), selama kapabilitasnya bagus," imbuhnya.

Sekadar informasi, Jenderal Idham Azis akan pensiun dari jabatan Kapolri pada Januari 2021 nanti. Bendahara Umum Partai Nasdem ini tak sepakat bila ada usul Jenderal Idham Azis diperpanjang masa jabatannya.

"Saya tidak setuju kalau (Idham Azis) diperpanjang, karena akan merusak institusi Polri sendiri. Sekali pun Presiden ingin diperpanjang itu haknya Presiden," ujar Sahroni.

Lebih lanjut, Sahroni menjelaskan calon Kapolri haruslah perwira berpangkat komisaris jenderal (komjen). Dia menegaskan tidak boleh calon Kapolri berpangkat inspektur jenderal (irjen).

"Dari irjen wajib ke komjen dulu, tidak serta merta lompat langsung Jenderal Pol. Melalui jabatan bintang 3 dahulu," terangnya.

Simak video 'Jokowi Minta Mendagri-Kapolri Beri Penanganan Khusus Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



Seperti apa bursa calon Kapolri? Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2