Cegah Corona, Sejuta Pelajar di Aceh Bakal Pakai Masker Serentak

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 16:04 WIB
13-year-old student Chaimaa Talaaloute wears a face mask in the classroom at Mansour Eddahbi College in the Derb El Kabir district of the AL Fida prefecture in Casablanca, Morocco, on Monday, Oct. 5, 2020. Today it is the start of the school year in Casablanca, with a delayed start due to the COVID-19 pandemic. (AP Photo/Abdeljalil Bounhar)
Foto: Ilustrasi pelajar bermasker (AP/Abdeljalil Bounhar).
Banda Aceh -

Sejuta pelajar di Aceh bakal menggunakan masker serentak untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pemakaian masker dilakukan saat peluncuran program Gerakan Masker Sekolah (Gemas).

"Guru sekolah mulai jenjang SD/MI hingga MA/SMA bakal memakaikan masker pada 1.081.174 siswa, pada 2 Desember mendatang. Kegiatan ini dilakukan serentak jam 10 pagi," kata Sekda Aceh Taqwallah dalam keterangannya, Senin (23/11/2020).

Taqwallah, mengatakan, Pemerintah Aceh meluncur program Gemas bertujuan agar siswa selalu menggunakan masker saat bersekolah. Penggunaan masker dianggap penting untuk mencegah pelajar tertular virus Corona.

Menurut Taqwallah, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Aceh, sejuta siswa itu tersebar di 3.846 sekolah di Tanah Rencong. Rinciannya 1.169 merupakan sekolah jenjang dasar dan ibtidaiyah, 1.582 Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Tsanawiyah serta 1.095 Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah.

"Pemerintah Aceh akan mendistribusikan masker kepada seluruh sekolah tersebut. Di mana masker akan diantar ke daerah dengan memakai pola distribusi soal ujian," ujarnya.

Taqwallah menyebutkan, masker yang diberikan Pemerintah Aceh bukan sebatas seremonial semata. Gerakan itu diharapkan menjadi upaya membudayakan memakai masker di kalangan pelajar sekolah.

"Kita mengharapkan seluruh pemangku kepentingan khususnya kepala sekolah dan guru untuk mendukung suksesnya kegiatan ini. Apalagi ujung tombak gerakan ini adalah kepala sekolah dan tokoh sukses GEMAS adalah wali kelas," jelas Taqwallah.

(agse/gbr)