Suara Prihatin Warga di Bundaran HI Saat Kasus Corona DKI Pecah Rekor

Wilda Nufus - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 10:06 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kasus virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta memecahkan rekor dengan mencapai angka 1.579 kasus baru. Warga di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menyuarakan sikap prihatinnya terkait ini.

Tika (34), warga asal Jakarta Pusat, mengaku sangat prihatin atas kasus baru virus Corona di Jakarta yang mencetak rekor. Dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI lebih fokus mengatasi masalah ini.

"Sangat memprihatinkan, seharusnya pemerintah lebih bisa fokus, sangat harus lebih fokus lagi untuk mengatasi masalah ini gitu kan," kata Tika kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020).

Tika mengatakan pemerintah harus lebih memperkuat lagi aturan-aturan di Ibu Kota. Bahkan bila perlu, kata Tika, dibuatkan aturan baru untuk menekan laju penyebaran virus Corona.

"Seharusnya lebih ketat lagi peraturannya, kalau bisa dibuat peraturan baru agar bisa menekan angka Corona," ungkapnya.

Petugas melakukan uji Swab Antigen atau PCR di Swab Drive Thru Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, Tangerang, Jumat (20/11/2020). Dengan penyediaan fasilitas ini membuat masyarakat lebih nyaman dan aman tanpa harus kontak dengan banyak orang.Ilustrasi tes swab. (Grandyos Zafna/detikcom)

Wanita berusia 34 tahun ini meminta Pemprov DKI lebih memperketat aturan jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi DKI kembali diberlakukan. Selain itu, Tika berharap Pemprov DKI menindak dan meniadakan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat yang menimbulkan kerumunan.

"Karena kalau kita perhatikan sendiri sekarang orang-orang sudah banyak yang WFO (work from office) juga kadang-kadang masih ada demo-demo juga. Jadi hal-hal yang tidak memberikan manfaat itu sebaiknya benar-benar ditiadakan saja," imbuhnya.

Ditemui selanjutnya, Santi (42), warga Jakarta Pusat, meminta Pemprov DKI lebih tegas menangani virus Corona. Terlebih, tindakan tegas itu diperlukan untuk mencegah adanya kerumunan-kerumunan.

"Pemerintah DKI harus tegas sih, kalau tidak tegas kayak gini, kayak kerumunan-kerumunan, kurang tegas," katanya.

Santi mengatakan masyarakat juga harus sadar diri akan pentingnya menjaga protokol kesehatan. Masyarakat harus selalu memakai masker dan senantiasa menjaga jarak.

"Kalau bagi masyarakat ya harus sadar diri saja, seperti pakai masker, jaga jarak," ucapnya.

Simak juga video 'Di KTT G20, Jokowi Dorong Vaksin Corona Bisa Diakses Semua Negara':

[Gambas:Video 20detik]



Bagaimana kata warga Jakarta lainnya soal lonjakan kasus baru Corona? simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2