Dalam Forum G20, Jokowi Minta Vaksin COVID Bisa Diakses Seluruh Negara

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 02:17 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menlu Retno Marsudi (kiri) dan Menkeu Sri Mulyani mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020). KTT yang digagas oleh Arab Saudi selaku Ketua G20 tahun ini tersebut membahas upaya negara-negara anggota G20 dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr/sgd/aww.
Foto: ANTARA FOTO/MUCHLIS JR
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara krisis kesehatan dunia karena virus Corona (COVID-19). Menurutnya, salah satu cara adalah dengan pendistribusian vaksin secara merata ke semua negara.

"Presiden menyatakan dunia tidak akan sehat kecuali semua negara sudah sehat, dan vaksin adalah salah satu amunisinya. Vaksin harus dapat diakses dan tersedia bagi semua negara tanpa kecuali," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam keterangannya di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/11/2020).

"Komitmen politik negara G20 sangat diperlukan untuk memobilisasi pendanaan global bagi pemulihan kesehatan," katanya.

Selain itu, Pemerintah RI meminta dukungan global untuk pemilihan ekonomi dunia. negara berkembang perlu dukungan dana agar mampu keluar dari krisis.

"Ke dua, pentingnya dukungan untuk pemulihan ekonomi dunia. Presiden mengatakan, UNTAD telah meminta dukungan dana sebesar 2,5 triliun USD agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi. Negara berkembang memerlukan fiscal space untuk pemulihan ekonomi," katanya.

Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. KTT G20 kali ini mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas upaya pemulihan global akibat pandemi COVID-19.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (21/11/2020), pertemuan ke-15 G20 tahun ini diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi. Pertemuan digelar selama dua hari yaitu pada 21-22 November 2020.

(aik/aik)