Round-Up

Kisah TKI Didakwa Sihir Majikan di Saudi hingga Bebas dari Hukuman Mati

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 22:08 WIB
ilustrasi hukum
Foto: Ilustrasi hukum (Dok.detikcom)
Riyadh -

Seorang Tenaga kerja Indonesia (TKI) didakwa menyihir majikannya di Arab Saudi. Dia sempat dijatuhi hukuman mati setelah akhirnya bebas.

TKI bernama Lili Sumarni itu kini terbang menuju Tanah Air usai terbebas dari hukuman mati di Arab Saudi. Lili dapat kembali menginjakkan kaki di Indonesia setelah mengikuti upaya pembebasan yang panjang, hampir 9 tahun.

Berdasarkan siaran pers KBRI Riyadh, Sabtu (21/11/2020), Lili pulang dengan menumpang pesawat SV 816 dari Riyadh pada Rabu (18/11). Kepulangan Lili dibantu Tim Perlindungan Warga KBRI Riyadh.

Pesawat yang membawa Lili mendarat di Jakarta pada Kamis (19/11) pukul 11.15 WIB. Mengilas balik kasus Lili, KBRI Riyadh menyebut pada 12 Januari 2012, pihaknya mendapatkan informasi ada TKI yang terancam hukuman mati karena diduga menyihir keluarga majikannya.

Ketika itu KBRI Riyadh meminta izin kepada otoritas setempat untuk bertemu dengan Lili di Penjara Shagra, yang letaknya sekitar 200 km arah barat laut dari Riyadh. Kemudian, pada 17 Januari 2012, KBRI Riyadh tiba di Penjara Shagra dan bertemu dengan Lili Sumarni, perempuan asal Situbondo, Jawa Timur.

"Saya sangat berterima kasih kepada KBRI Riyadh yang dengan cepat datang dan memberikan dukungan kepada saya," ucap Lili ketika diberi tahu soal pendampingan hukum oleh KBRI Riyadh.

Enam bulan kemudian, yaitu pada 12 Juni 2012, Pengadilan Shagra menggelar sidang kasus Lili dan mendakwa Lili dengan ancaman hukuman mati. Pada 18 September 2014, hakim Pengadilan Shagra menjatuhkan hukuman mati kepada Lili.

Apa yang dilakukan oleh Lili untuk memperjuangkan nasibnya? Silakan klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2