Cerita Eks Dubes RI-Rusia: Indonesia Teman Sejati Rusia

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 20:14 WIB
Dubes RI-Rusia Wahid Supriyadi (Rahel NC/detikcom)
Dubes RI-Rusia Wahid Supriyadi (Rahel NC/detikcom)

Lebih lanjut Wahid mengatakan orang Rusia menganggap Indonesia sebagai teman sejati. Menurutnya, sejumlah anggota parlemen di Rusia sering mengucapkan 'Indonesia our true friend'.

"Dan memang orang Rusia pada Indonesia itu selalu bilang you are our true friend, Indonesia is our true friend, teman sejati. Itu selalu dikatakan di parlemen di mana-mana. Jadi respect pada kita, ya berterima kasih pada Bung Karno," ucapnya.

Kondisi tersebut kemudian membuat Wahid, saat menjabat Dubes RI untuk Rusia, menjadi percaya diri dalam bertugas. Menurutnya, sentimen kedekatan masa lalu terhadap sosok Sukarno dapat menjadi langkahnya guna mengembangkan diplomasi kedua negara.

Dubes RI-Rusia Wahid Supriyadi (Rahel NC/detikcom)Dubes RI-Rusia Wahid Supriyadi (Rahel NC/detikcom)

"Jadi itu membuat saya confident bahwa 'ini bisa menjadi dasar yang bisa saya kembangkan'. Kita ingin kunjungan Pak Jokowi waktu itu Mei sebagai second Golden Era Kedua. Jadi sebenarnya saya mulainya dari situ. Jadi saya menekankan sentimen yang ada itu," tuturnya.

Selain itu, Wahid mengungkapkan pentingnya diplomasi budaya dalam menjalankan hubungan di luar negeri. Ia juga mengatakan diplomasi ekonomi merupakan bagian dari diplomasi budaya.

"Di budaya itu juga ada ekonominya. Sebenarnya diplomasi ekonomi, menurut saya, bagian dari diplomasi budaya. Ya kita lihat misalnya kalau AS dengan Hollywood culture, K-Pop, J-Pop. Kan sebenarnya intinya juga jualan juga kan," katanya.

Wahid kemudian menceritakan acara tahunan Festival Indonesia di Rusia yang rutin digelarnya saat masih menjabat Dubes RI di Rusia. Menurut Wahid, dalam festival tersebut banyak produk Indonesia yang disukai oleh warga Rusia.

"Terakhir misalnya festival ke-4 yang paling besar itu ada 177 booth. Termasuk yang lokal dan saya juga fasilitasi 70 booth untuk UMKM," ujar Wahid.

"Yang menggembirakan itu produk fashion. Semua yang dipakai peragawati itu habis dibeli di situ semua. Artinya apa? Produk kita disukai di sana," imbuhnya.

Halaman

(hel/dnu)