Pencuri Rumah Kosong di Kalideres Baru Bebas Bui 2 Bulan lalu

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 19:58 WIB
Ilustrasi Pencurian Rumah
Ilustrasi pencurian rumah kosong (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pencuri rumah kosong di Kalideres, Jakarta Barat, berinisial SPD (26) adalah seorang residivis kasus yang sama. Dia diketahui telah empat kali melakukan kejahatan.

"Pelaku ini merupakan seorang residivis yang sudah beberapa kali melakukan aksinya dengan kasus yang sama. Dari hasil pemeriksaan, pelaku telah melakukan pencurian di Kalideres sebanyak empat kali," kata Kapolsek Kalideres Kompol Slamet Riyadi dalam keterangannya, Sabtu (21/11/2020).

Slamet mengungkapkan, pelaku beraksi di daerah Jakarta hingga ke Tangerang. Atas perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kalideres Iptu Anggoro Winardi menambahkan pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti dari pelaku. Barang bukti tersebut mulai satu unit kendaraan motor hingga dua buah obeng yang digunakan pelaku untuk membobol rumah korban.

"Pelaku ini merupakan seorang spesialis pencurian rumah kosong. Pelaku baru saja menghirup udara bebas sekitar 2 bulan," tutur Anggoro.

Diketahui, kasus pencurian itu dilaporkan oleh pemilik rumah yang mengaku kehilangan sejumlah barang berharga ini melaporkan ke Mapolsek Kalideres pada Selasa (17/11). Sehari setelahnya, pelaku ditangkap.

"Benar, kami menangkap pencuri di rumah kosong. Saat itu rumah sedang ditinggalkan oleh korbannya," kata Kapolsek Kalideres Kompol Slamet Riyadi, Jumat (20/11/2020).

Iptu Anggoro Winardi menambahkan pihaknya berhasil mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV di rumah kosong tersebut.

"Dari hasil analisis, kami berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Akhirnya tim bergerak ke tempat persembunyian pelaku," ujar Anggoro.

Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Pelaku berusaha melawan saat penangkapan. Akibatnya, polisi memberikan tindakan tegas-terukur pada kaki kanan.

"Pelaku melawan petugas. Kami sudah berikan tembakan ke udara, tapi tidak diindahkan oleh pelaku. Akhirnya anggota melumpuhkan dengan timah panas," jelas Anggoro.

(aik/aik)