SIDAK 20 November: 5 Berita Teraktual Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 22:03 WIB
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat memimpin apal pencegahan penyebaran COVID-19 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (14/9/2020). Agung Pambudhy
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Perintah Pangdam Jaya kepada pasukannya untuk menurunkan baliho Habib Rizieq Syihab menjadi berita terpopuler hari ini. Pernyataan Pangdam Jaya itu menjawab video viral yang memperlihatkan beberapa petugas TNI ikut menurunkan baliho.

Selain itu, ada juga berita Mendikbud Nadiem Makarim yang akan kembali membuka sekolah tatap muka pada Januari 2021. Serta beberapa berita lain yang dirangkum dalam tayangan berjudul 'MAYJEN DUDUNG YANG BERTANGGUNG JAWAB! SIDAK!: 20/11/20' yang diunggah akun YouTube CXO Media. Rangkuman berita setiap harinya dikemas secara ringan dan ditayangkan setiap pukul 21.00 WIB.

Berikut rangkuman 5 berita teraktual hari ini:

Perintah Pangdam Jaya Turunkan Baliho Habib Rizieq Syihab

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman angkat bicara soal viralnya video yang menunjukkan baliho bergambar wajah Habib Rizieq Syihab diturunkan orang berseragam loreng. Mayjen Dudung menyatakan penurunan baliho itu atas perintahnya.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," kata Mayjen Dudung, Jumat (20/11/2020).

Dudung menegaskan ada aturan yang harus dipatuhi terkait pemasangan baliho. Ia meminta tidak ada pihak yang seenaknya sendiri dan merasa paling benar.

"Kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum. Kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya," tegasnya.

Hari anak sedunia

Hari ini tepat diperingati sebagai hari anak sedunia 2020. Namun sebenarnya, peringatan ini telah ditetapkan sejak tahun 1954 dalam Majelis Umum PBB dengan mengadopsi Deklarasi Hak Anak.

Dikutip dari laman United Nations, Hari Anak Sedunia bertujuan untuk mempromosikan kebersamaan internasional, kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak.

Selain itu,diadakannya Hari Anak Sedunia untuk menawarkan kepada kita, yakni pintu penuh inspirasi untuk mengadvokasi, mempromosikan, dan merayakan hak-hak anak. Dengan begitu, dunia anak akan jauh lebih baik di masa depan.

Viral kantor desa mirip Istana Merdeka di Jember

Ingin lain dari yang lain, perangkat desa di Jember membangun kantornya menjadi tak ubahnya replika Istana Merdeka di Jakarta. Seperti apa penampakannya?

Bentuknya mirip dengan Istana Merdeka yang megah dengan enam tiang pancang bulat dari beton di bagian depan. Di atas gedung juga terdapat lambang burung garuda yang membuat bangunan ini terlihat semakin gagah.

Selain enam tiang pancang, bangunan ini juga memiliki 12 anak tangga. Ada pula empat bola lampu di kanan dan kiri bangunan yang berfungsi sebagai penerangan. Dari penelusuran detikcom, bangunan ini diketahui milik pemerintah Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.

Menurut Kepala Desa Kemuningsari Kidul, Sujarwo, kantor desa berukuran 30 meter x 50 meter ini resmi ditempati oleh kepala desa beserta jajarannya dalam menjalankan roda pemerintahan, per hari ini, meski sebenarnya proses pembangunannya belum selesai dilakukan.

"Belum rampung total, tapi tetap mulai kita tempati hari ini," katanya kepada detikcom, Senin (9/7/2018).

Belajar Tatap Muka Mulai 2021, Ortu Tetap Bisa Larang Anak ke Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memperbolehkan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021. Orang tua siswa yang khawatir anaknya terkena Corona di masa pandemi ini tetap boleh melarang anaknya masuk sekolah.

"Mulai Januari 2021, ada tiga pihak yang menentukan apakah sekolah itu boleh dibuka atau tidak. Yang pertama adalah pemdanya sendiri, pemda atau dalam situasi yang lain kanwil, atau kantor Kemenag," kata Nadiem dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, Jumat (20/11/2020).

Pihak kedua yang menentukan boleh-tidaknya sekolah pembelajaran tatap muka yakni kepala sekolah dan komite sekolah, yang merupakan perwakilan orang tua siswa. Sekolah boleh tatap muka jika ketiga pihak ini bersepakat.

"Kalau tiga pihak itu setuju, sekolah itu boleh melaksanakan tatap muka. Jadi harus ada persetujuan orang tua melalui komite orang tua, persetujuan kepsek, dan tentunya kepala daerah," ucap Nadiem.

Nadiem menegaskan orang tua siswa tetap boleh melarang anaknya belajar langsung di sekolah meski sekolah itu memutuskan menggelar pembelajaran tatap muka.

"Kalaupun sekolahnya dibuka, orang tua masih bisa tidak memperkenankan anaknya untuk datang ke sekolah untuk tatap muka. Jadi hak terakhir dari siswa individu masih ada di orang tua," tegas Nadiem.

Lotte Shopping Avenue Kuningan Terbakar, 7 Damkar Dikerahkan

Kebakaran melanda pusat perbelanjaan Lotte Shopping Avenue, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan. Api muncul dari lantai 5 mal tersebut sekitar pukul 14.55 WIB.

Dilansir, cnnindonesia.com, sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan. Petugas pemadam kebakaran juga sudah berhasil menjinakkan si jago merah.

"Pengerahan 7 unit (damkar). Dalam Proses pendinginan," tulis akun twitter @humasjakfire, Jumat (20/11).

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran di Lotte Shopping Avenue. Saat ini sedang dalam proses pendinginan setelah api berhasil dipadamkan.

"Penyebab belum tahu, belum dapat laporan dari TKP," kata operator Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Eko saat dikonfirmasi.

(eva/eva)