Hadiri The China Forum, Ketua MA Tekankan Pentingnya Kemitraan Perdagangan

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 16:21 WIB
Ketua MA Hadiri The China Forum on International Legal Cooperation
Ketua MA Hadiri The China Forum on International Legal Cooperation (Dok. MA)
Jakarta -

Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) Syarifuddin menyatakan semangat perdagangan tidak bisa hidup berdampingan dengan perang. Oleh karena itu, Syarifuddin menekankan butuh keadilan dalam perdagangan yang kuat dan sehat di sebuah kawasan.

"Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa perdagangan yang kita bina adalah perdagangan yang adil, yang oleh banyak orang didefinisikan sebagai kemitraan perdagangan, berdasarkan dialog, transparansi, dan saling menghormati," kata Syarifuddin, sebagaimana dilansir humas MA dalam website-nya, Jumat (20/11/2020).

Hal itu disampaikan dalam acara 'The China Forum on International Legal Cooperation' yang digelar secara vitual. Hadir pula Ketua MA Rusia, Ketua MA Pakistan, Ketua MA Nepal, Wakil Ketua DPR Republik Belarus, Menteri Perdagangan Cina, dan yang lainnya.

Dalam forum internasional tersebut, Syarifuddin juga menyampaikan pertumbuhan perdagangan yang berkelanjutan membutuhkan penyelesaian perselisihan yang efektif dan efisien sebagai aspek penting untuk menjamin kepastian. Namun, berdasarkan pengalamannya, setiap masalah selalu lebih efisien untuk menghindari perselisihan daripada menyelesaikannya,

"Saya dapat melihat bahwa forum dan pertukaran seperti ini dapat menjadi salah satu kunci dan agenda strategis untuk membawa kita selangkah lebih maju untuk mencapai tujuan tersebut," harap Syarifuddin.

Sejatinya, Syarufiddin terbang ke China pada 13 November lalu untuk menghadiri forum secara fisik. Tapi, karena pandemi Corona, akhirnya Syarifuddin mengikuti acara secara virtual.

"Selama hampir satu dekade, kerja sama yudisial antara ASEAN dan China, dan Indonesia pada khususnya terus dikembangkan dan diperkuat. Setiap tahun, jumlah hakim Indonesia yang berkunjung ke China untuk mengikuti program pertukaran dan agenda dialog terus meningkat. Para pemimpin dari kedua lembaga peradilan secara rutin mengunjungi satu sama lain untuk lebih memupuk kerja sama dan pengertian. Saya yakin kasus yang sama terjadi dalam hubungan antara China dan peradilan ASEAN lainnya," kata Syarifuddin.

(asp/knv)